Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 November 2011

TKI Asal Pamekasan di kabarkan Tewas di Malaysia

Pamekasan, Madura. Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Pamekasan, Madura tewas tertabrak mobil di tempat kerjanya di Arab Saudi. TKI naas ini bernama Sittiyah (43), warga Dusun Paninggin, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

Dikabarkan, Sittiyah meninggal tiga hari lalu, dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di tempat kerjanya di Riyadh, Arab Saudi. Menurut familinya, Baihaki, TKW ini berangkat ke Arab Saudi sejak 18 bulan lalu melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Bagues Bersaudara di Jakarta.

TKI yang ditinggal mati saudaranya Abd Fani 4 tahun lalu ini, mengalami kecelakaan saat hendak berbelanja di depan rumah majikannya. "Informasinya Sittiyah ini menyeberang jalan dengan tiba-tiba, tanpa memperhatikan kendaraan yang melintas di jalan itu," ucap Baihaki.

Pihak keluarga korban mengaku belum mengetahui kapan jenazah Sittiyah ini dipulangkan ke Indonesia. "Kabar terakhir yang kami terima masih menunggu 10 hari lagi, karena berkas administrasinya masih diurus," ucap Baihaki, Jumat (18/11/2011).

Kabar kematian TKI Sittiyah ini baru diterima pihak keluarga pada Jumat sekitar pukul 02.30 WIB dini hari dari perjusahaan jasa tenaga kerja yang memberangkatkannya. "Informasinya Sittiyah ini sudah menerima gaji 4 kali senilai Rp3,5 juta," ujarnya.

Kasus TKI asal Pamekasan yang meninggal dunia di tempat kerjanya di Arab Saudi ini merupakan kali kedua sepanjang 2011 ini. Pada Juli lalu, TKI bernama Ismail asal Desa Pakong, Kecamatan Pakong juga meninggal dunia di Arab Saudi, karena kecelakaan kerja. Namun, jenazah TKI bernama Ismail yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja itu tidak dipulangkan ke kampung halamannya melainkan dikebumikan di Arab Saudi.

Kepala Dinsosnakertrans Pamekasan Akmalul Firdaus mengaku, akan mengurus kelengkapan administrasi TKI meninggal dunia ini kepada PJTKI yang memberangkatkannya untuk mendapatkan santunan.


Sumber: Kompas

Kamis, 17 November 2011

BNI Segera Turunkan Suku Bunga Kredit

PT Bank Negara Indonesia (BNI) akan segera menurunkan suku bunga kredit mengikuti penurunan BI rate yang sejak Oktober lalu sudah turun 0,75 persen menjadi 6,00 persen.

"Suku bunga kredit pasti akan disesuaikan turun, karena dengan BI rate turun maka biaya dana juga turun. Besarannya sekitar 0,25 persen sampai 0,50 persen," kata Direktur BNI Adi Setianto di Jakarta, Kamis.

Adi mengatakan, penurunan suku bunga kredit akan dilakukan sekitar 3-4 bulan mendatang menunggu beberapa kredit besar yang jatuh tempo, sehingga penyesuaian bisa dilakukan dengan mudah.

Menurutnya, suku bunga kredit di BNI trennya sejak beberapa waktu lalu sudah menurun, dengan terus melakukan efisiensi operasional seperti memperbanyak transaksi e-chanel dengan internet, SMS, dan memperbanyak fitur pembayaran di ATM sehingga mengurangi biaya overhead.

Mengenai keluhan BI, bahwa net interest margin (NIM) bank yang masih tetap tinggi rata-rata 6,07 persen, sehingga suku bunga kredit sulit turun, Adi mengatakan hal itu juga terkait model perbankan di Indonesia yang masih tradisional.

"Nasabah kita masih membutuhkan kantor bank untuk bertransaksi dan itu menambah biaya overhead, selain itu pendapatan feebase masih kecil dan tidak bisa menutupi biaya operasional," katanya.

Untuk tahun depan, dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2012 yang akan diajukan ke BI Desember mendatang, BNI akan menyampaikan rencana penurunan suku bunga kredit itu dengan beberapa langkah efisiensi yang akan dilakukan seperti dengan memperbanyak transaksi e-chanel.

Bank Indonesia akan mengeluarkan benchmark atau patokan terbaik di tiga komponen suku bunga pinjaman untuk memaksa perbankan menurunkan suku bunga pinjaman yang selisihnya masih sangat tinggi dibanding suku bunga tabungan.

Sebelumnya, Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo mengatakan, selisih atau spread suku bunga perbankan di Indonesia sangat tinggi yaitu rata-rata 6,07 persen pada September lalu yang membuat suku bunga pinjaman sulit diturunkan.

"Spread suku bunga perbankan masih terlalu tinggi. Kita akan coba menurunkannya dengan membuat benchmark pada komponen suku bunga pinjaman yaitu di overhead cost, profit margin dan risk premium," kata Perry seperti dikutip Antara.

Menurutnya, dari empat komponen suku bunga pinjaman yang harus diumumkan bank dalam Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK), selama ini hanya komponen biaya dana sebesar 6,5 persen (rata-rata) yang sudah mengalami penurunan dalam beberapa tahun ini, sehingga BI tidak akan memberikan patokan terbaik untuk menurunkan komponen ini.

Namun untuk biaya overhead, yang saat ini rata-rata sebesar 2,9 persen, justru mengalami peningkatan sejak 2001 yang rata-rata sebesar dua persen. Begitu pula mengenai profit margin yang rata-rata 1,7 persen mengalami kenaikan dibanding sebelumnya sekitar 1,5 persen, dan komponen risk premium yang saat ini rata-rata 1,3 persen, atau naik dari posisi sebelumnya 1,1 persen. (tk)

Tower E-KTP Patah, Proses Perekaman Sempat Terhenti

Tower pengiriman data e-KTP di Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (16/11), roboh.

Tiang pemancar itu menimpa atap salah satu ruang di komplek Kantor Kecamatan Pasean hingga sebagian gentingnya hancur.

Peristiwa yang sempat membuat panik warga yang tengah antre perekaman e-KTP itu juga sempat membuat proses perekaman KTP online itu terhenti.

Menurut warga, tiang pemancar setinggi 7 meter itu tiba-tiba patah dan roboh menimpa atap ruang yang ditempati Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

"Tidak ada angin ataupun hujan. Tower itu tiba-tiba roboh hingga kami yang tengah antre perekaman KTP sempat panik," kata Iskandar, di Pasean

Jamaah Haji Masalembu Terlantar Karena Tak Ada Kapal,

Puluhan jamaah haji asal Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dilanda resah. Sejak tiba dari tanah suci pada Selasa malam (15/11) lalu, hingga saat ini belum ada kapal yang akan mengangkut mereka kembali ke kampung halamannya.

"Saya sudah tanya di pelabuhan, belum ada kapal ke pulau Masalembu, lagi docking," kata Umar Faruq, salah satu keluarga haji asal Pulau Masalembu, Kamis 17 November 2011.

Selama tidak ada kapal, sebagian haji dari pulau Masalembu, kata Umar, ada yang menumpang di rumah saudara, menginap di hotel atau bermalam di Masjid Agung Sumenep. "Kami berharap pemda Sumenep mencarikan kapal untuk kami, supaya bisa segera bersua dengan keluarga di pulau," ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Ahmat Nur Salam mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat permohonan kepada kantor Syahbandar Tanjung Wangi, Kabupaten Banyuwangi, agar rute kapal barang `Sabuk Nusantara 27` dialihkan langsung ke pelabuhan Kalianget untuk mengangkut jamaah haji asal pulau Masalembu.

"Saat ini kapal Sabuk ada di Masalembu hendak kembali ke Sapeken, Kangean langsung ke Banyuwangi. Jadi kami minta rutenya diubah agar ke pelabuhan Kalianget," paparnya.

Namun, kata dia, pihak syahbandar Tanjung Wangi tidak bisa mengabulkan permohonan perubahan rute tersebut karena yang berhak mengubah rute ada di Kementerian Perhubungan. "Jadi kemarin kami menyurati kementerian, supaya rute kapal Sabuk Nusantara diubah demi mengangkut jamaah haji," ungkapnya.

Bupati Sumenep, KH Busyro Karim mengungkapkan pihaknya sudah menyiapkan dana khusus dari APBD agar rute kapal Sabuk Nusantara bisa diubah. "Kami berharap perubahan rute disetujui, kasihan baru pulang haji, tapi tidak bisa langsung ketemua keluarga," terangnya.

Saat ini kapal `Sabuk Nusantara 27` jadi satu-satunya kapal yang melayani pelayaran ke pulau Masalembu dari Banyuwangi namun tidak singgah ke pelabuhan Kalianget. Kapal lain yang biasa berlayar ke Kalianget yakni Amukti Palapa tidak berlayar sejak dua bulan lalu karena sedang docking di Surabaya.

Selasa, 15 November 2011

Polres Pamekasan Siap Amankan Kedatangan Haji

Polres Pamekasan siap mengamankan kedatangan jamaah haji Senin (14/11/2011) siang dengan menerjunkan 230 personel yang disebar di beberapa titik penjemputan haji.

AKP Mohammad Supingi Kasubag Humas Polres Pamekasan menjelaskan, 230 personel yang di back up oleh beberapa instansi terkait akan disebar di beberapa lokasi penjemputan haji yakni di Pendopo Ronggosukowati, STAI Al Khairat Bata-Bata Palengaan, Mako Brimob, Yayasan Nurul Hikmah dan UD Cair jalan raya Sumenep.

Ia mengatakan, diperkirakan jamaah haji kloter 5 akan tiba di Pamekasan sekitar pukul 14.00 wib kemudian disusul oleh kloter 6 jam 16.00 sore. Diimbau kepada para penjemput jamaah haji agar selalu hati-hati dan tidak membawa perhiasan serta uang yang berlebihan untuk mengantisipasi aksi copet.

Sebelumnya diinformasikan, Jumlah jamaah saat ini masih utuh sebanyak 814 orang termasuk jamaah ONH plus dan mutasi dari luar kota. Kemenag Pamekasan juga telah menyiapkan langkah teknis terkait pengambilan sahara atau barang bawaan jamaah agar tidak tertukar.

Sumber: suarasurabaya

Sumenep: Bukit Kasengan Rawan Longsor Akibat Penambang Pasir

Warga Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Sumenep, Jawa Timur, dihadapkan pada persoalan. Musababnya bukit Kasengan yang saban hari hari mereka keruk pasirnya jadi rawan longsor dan banjir. Apalagi di musim penghujan seperti sekarang.

Ancaman longsor bisa jadi bukan isapan jempol. Buktinya, bukit Kasengan yang dulu utuh dan hijau, kini tampak gersang dan tandus. Itu semua akibat maraknya penggalian pasir.

Meski cemas, toh warga tak bisa apa-apa. Mereka terus menggali pasir karena terbentur kebutuhan hidup. Mereka mulai menggali bukit sejak lima tahun silam dengan penghasilan tak lebih dari Rp50 ribu per hari.

Zubairi, penambang pasir, mengaku, terpaksa menggali bukit karena tak punya pekerjaan lain. Dia tak tahu kalau pekerjaan yang dilakoninya bisa menyebabkan longsor atau banjir.

Penggalian batu golongan C ini sudah jadi masalah laten di Sumenep. Keadaan tambah gawat karena Badan Lingkungan Hidup setempat juga abai. Itu pula yang membuat makin hari makin banyak warga yang menggali badan bukti Kesengan.

sumber: Metro TV

Jumat, 11 November 2011

Curi Uang jutaan rupiah, Bocah nyaris di hajar massa

LiputanMadura.Sampang. Said (14), warga Desa Rabai Barat Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang, Jumat (11/11/2011) dini hari nyaris babak belur dihakimi warga.

Kejadian itu bermula saat warga Dusun Crecet Desa Tobai Tengah Kecamatan Sokobanah dikejutkan dengan teriakan Busari (31), pemilik toko di desa tersebut karena curiga adanya pencurian di tokonya.

Kapolres Sampang AKBP Solehan melalui Kabag Ops Kompol Danuri menjelaskan kronologi pencurian tersebut. Menurut keterangan Busari, yang hendak menutup tokonya dan masuk ke rumahnya untuk salat malam, mendengar suara yang mencurigakan.

"Bocah bernama Said itu masuk menjalankan aksinya dengan mengambil uang yang ada di dalam kotak sebesar Rp 10 juta, kemudian tersangka mengambil uang yang ditaruh di tempat lain," tutur Danuri.

Setelah mengambil uang yang diperkirakan sebanyak Rp 25 juta, tersangka kemudian memberikan uang kepada kedua temannya yang sudah menunggu di atas sepeda. Lalu tersangka kembali lagi untuk mencari sasaran lain.

"Saat kembali beraksi itulah, tersangka kepergok pemiliknya kemudian dia ditangkap, sedangkan kedua temannya sudah lari membawa uang hasil curiannya," katanya.

Danuri mengatakan warga yang mengetahui bahwa ada maling ditangkap langsung berdatangan dan meminta ke pemilik toko untuk menyerahkan tersangka. Untungnya pemilik toko tidak bersedia.

"Pemilik toko tidak menyerahkan kecuali yang meminta kepala desa dan polisi, baru dia akan kasih," ujarnya.

Hinggga berita ini diturunkan tersangka masih dalam pemeriksaan kepolisian guna penyelidikan terkait kedua teman tersangka yang sudah kabur membawa uang milik korban.


Sumber: inilah.com

Nelayan geram area melautnya dibatasi Santos

LiputanMadura.Sampang.Sejumlah nelayan protes dengan sikap Santos Madura Offshore Pty Ltd, karena melarang mencari ikan di sekitar lokasi pengeboran sumber migas sumur Oyong dan sumur Wortel di lepas pantai Kec. Camplong, Sampang.

Mereka merasa kecewa sejak Santos beroperasi, hasil tangkapan ikan menjadi berkurang. Bahkan kerap mendapatkan ancaman dari petugas keamanan kontraktor migas asal Australia itu, ketika nelayan mencari ikan di dekat lokasi pengeboran.

“Saya tidak mengerti kenapa sering diusir ketika mendekati lokasi pengeboran, padahal wilayah itu merupakan tempat paling banyak ikannya, “ keluh Sahrawi, nelayan asal Desa Darma Camplong, Kamis (10/11).

Dia pun juga mempertanyakan, apakah memang perairan pantai Camplong tersebut telah disewa oleh Santos, sehingga semua nelayan dilarang mencari ikan di tengah laut. Jika kondisi seperti itu tetap terjadi, mereka khawatir tidak dapat menafkahi keluarganya.

Pekerjaan sebagai nelayan merupakan mata pencaharian yang mereka tekuni sejak puluhan tahun. “Kalau dibatasi menangkap ikan, lalu makan apa anak istri kami. Karena kami tidak memiliki keahlian selain menjadi nelayan,” tambahnya.

Menanggapi keluahan nelayan itu, Abdul Gani, Staf Tim Monitoring Santos Pty Ltd, menegaskan, tidak benar jika pihaknya membatasi nelayan mencari ikan di perairan lepas pantai Camplong. Namun perusahaan pertambangan migas tersebut hanya melarang nelayan mendekati lokasi pengeboran migas, karena didekat lokasi tersebut sangat berbahaya karena mudah meledak.

"Kita hanya meminta nelayan mencari ikan di radius 500 meter di lokasi pengeboran sumur Wortel. Karena jika melewati batas itu maka dapat membahayakan keselamatan jiwa nelayan, bahkan juga membahayakan para pekerja yang sedang melakukan kegiatan eksploitasi migas, “ terang Abdul Gani.

Abdul Gani menyatakan, Santos benar-benar memperhatikan dampak lingkungan. Perusahaan itu tetap menjaga jangan sampai terdapat tumpahan minyak mencemari laut. Sampah yang berserakan di tengah laut akan diangkut dengan kapal untuk dibuang ke darat. “Namun jika hasil tangkapan ikan menurun, saya rasa bukan disebabkan kegiatan eksploitasi migas, tapi bisa saja karena faktor cuaca apalagi saat ini memasuki pergantian musim," imbuhnya.

Kewajiban Santos selama ini tambahnya, telah mengeluarkan dana Community Development (CD), yang disalurkan kepada 6 desa di Kec. Camplong dan 1 di Pulau Mandingin, Kec. Kota Sampang. Kegiatan CD tersebut sudah berjalan sejak 2008 lalu dengan melibatkan kelompok masyarakat (pokmas) serta Universitas Trunujoyo (Unijoyo) untuk menampung aspirasi dari bawah.


Sumber: SurabayaPostOnline

Selasa, 08 November 2011

Dua Siswa SMAN 1 SUMENEP Raih Perunggu di China

Kembali Lagi anak Muda Madura Raih Prestasi. Sebuah prestasi membanggakan diraih dua orang siswa SMA RSMA BI Negeri 1 Sumenep di ajang kompetsi matematika internasional di Beijing. Dua orang siswa tersebut adalah Rafika Nurmasari dan Ach. Taufik Hakiki berhasil meraih medali peunggu dan merti award pada “2011 World Mathematic Team Championship di Beijing China yang berlangsung dari tanggal 2-6 November. Kejuaraan tertsebut diiikuti oleh berbagai negara di dunia , dan kedua siswa SMA 1 berhasil meraih perunggu.

Prestasi tersebut perlu mendapatkan apresiasi, karena ini merupakan bukti kesungguhan lembaga SMA Negeri 1 Sumenep sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional untuk menjadikannya Sekolah Bertaraf Internasional. Keberhasilan ini merupakan sebuah bukti dari pembinaan secara intensif terhadap beberapa mata pelajaran science dan matematika. “Tahun ini dan selanjutnya kami mengedepankan prestasi dan layanan kepada siswa dan masyarakat. Kami memberikan layanan bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan bakatnya sehingga bisa meraih prestasi, baik di tingkat Local, Regional, Nasional dan bahkan di tingkat Internasional,” ujar bapak Moh. Sadik Kepala SMA Negeri 1 Sumenep,” Ini bukti bahwa SMA 1 Sumenep mampu berprestasi di tingkat Internasional. Terimakasih kepada Rafika dan Ach. Taufik Hakiki, mereka telah mengharumkan nama Sumenep dan bahkan nama Indonesia di tingkat internasional

Jumat, 28 Oktober 2011

Kejayaan Garam Madura Dahulu

Berikut bukti otentik besarnya indusri Garam di Madura.

Tangki air di samping pabrik garam Kalianget, Madura Tahun 1914-1925
(Sumber: wikimedia.org)


Petani Garam Tahun 1914-1925
(sumber: wikimedia.org)

Produksi garam di Kalianget perusahaan, Madura tahun 1914-1925
(Sumber: wikimedia.org)


Pekerja bekerja di pabrik garam perusahaan di Kalianget, Madura tahun 1914-1925
(Sumber: wikimedia.org)

Karyawan menangani garam mentah diperkenalkan dalam pabrik garam Kalianget, Madura
Tahun 4 September 1927 (Sumber : wikimedia.org)



Karyawan Perusahaan Garam bersama alat pengangkut Garam kering,
Kalianget 14 September 1927. (Sumber: wikimedia.org)



Bongkar Muat Garam Tahun 1900-1940
(Sumber: wikimedia.org)
Alat Cetak Garam Tahun 1948
(Sumber: wikimedia.org)
Dalam sebuah pabrik Kalianget, Madura, kotak kardus yang disegel
dengan garam sebelum 1925.
(Sumebr: wikimedi.org)



Oven untuk pencetakan garam sebelum 1925
(Sumber: wikimedia,.org)

(Sumber: wikimedia.org)
Di ruang kemasan dari pabrik Kalianget, Madura, garam dikemas sebelum 1925

Transportasi garam, mungkin setelah pengolahan di Kaliangat
Tahun 1914-1925 (Sumber: wikimedia.org)

Saat ini Industri Garam Madura tidak seindah dahulu.
Untuk Foto Madura Jadul

Untuk melihat foto-foto Madura Jadul Silahkan klik link berikut "madura tempoe doeloe"

*Seluruh Foto bersumber dari wikimedia.org, link sumber telah tertanam di setiap foto. LiputanMadura.com menjunjung Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)>

Kamis, 27 Oktober 2011

Komunitas Blogger Madura : Komunitas Blogger dari Pulau Garam



Sederhana Kopdar KBM
Selama ini Madura terkesan hanya Karapan Sapi dan Jembatan Suramadu, selain itu muncul Stereotipe dari masyarakat di luar Madura yang menganggap Madura sebagai daerah yang tertinggal. Terlepas benar atau tidaknya Stereotipe tersebut. Sejumlah Blogger yang menamakan diri "Komunitas Blogger Madura" bersepakat untuk memberikan kontribusi yang baik guna kemajuan Madura.
Logo Komunitas Blogger Madura
Dalam prosesnya Komunitas Blogger Madura (KBM) ini, sering berkomunikasi baik secara online (Grup FB) maupun Offline (Kopdar). Dari berbagai komunikasi tersebut KBM telah berhasil mengumpulkan blogger-blogger asli "Pulau Garam" yang kini berdomisili di seantero Nusantara.

Dari setiap pertemuan offline (kopdar) yang diselenggarakan KBM, para anggotanya tidak segan-segan untuk memberikan ilmu dan tukar pengalaman (Sharing) tentang dunia online, baik bisnis online maupun sekedar cara posting yang baik. Dari sekian Kopdar yang telah diselenggarakan KBM berencana merilis (launching) Web KBM pada kopdar ke 4, yang rencananya akan diselenggarakan di Sekitar Alun-alun Sumenep. 

Tampilan Web Komunitas Blogger Madura http://gokbm.org  


Kegiatan yang telah di selenggarakan oleh KBM memang belum besar, namun telah banyak manfaat yang dirasakan oleh para anggota  yang selalu mengedepankan kebersamaan dalam satu pemikiran (Madura Agar Lebih Baik). Suasana kebersamaan tersebut nampak dalam Kopdar dan perbincangan dalam Grup FB. 

Suasana Kopdar
Komunitas Blogger Madura (KBM)
Ali Sadikin Ketua umum KBM menyampaikan dalam salah satu postingnya " Tidak ada Perbedaan antara semua kalangan, termasuk saya selaku pendiri. Statusnya sama dengan Semua anggota". Hal inilah yang mendorong segenap anggota KBM senantiasa berupaya untuk memajukan KBM guna kemajuan "Blogger Asli Madura" dan Madura pada khususnya. (ketoles)


Senin, 24 Oktober 2011

Lagi, Anak Madura Ikuti Kompetisi Internasional

Tidak salah jika Film Mestakung mengambil Lokasi di Madura, Beberapa hari Madura kembali lagi bangga, salah seorang anak mudanya berhasil lolos mengikuti kompetisi Matematika Internasional di India. Dibawah ini adalah berita yang menjelaskannya.



JAKARTA - Pesantren Bustanul Ulum, Tagangser Laok Waru, Pamekasan, Madura, berhasil meloloskan dua santrinya untuk mengikuti Kompetisi Matematika Internasional WIZARD at Mathematics International Competition (WIZMIC) 2011 di Lucknow, India.


Peserta Mathematics International Competition (okezone)
Kedua santri berprestasi itu adalah Nabiyah dan Erik Sugistiono.Dengan raihan ini maka dua pelajar madrasah tsanawiyah (MTs) itu akan berada di India pada 21-24 Oktober 2011.

Keduanya pun telah berangkat ke India pada 19 Oktober lalu. Pengasuh pondok pesantren Bustanul Ulum, KH. Ahmad Jufri mengaku sangat bangga dengan prestasi anak didiknya.

Situasi ini membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas tidak menjadi penghalang bagi siapa pun untuk berprestasi. “Dengan ketekunan, kegigihan serta disiplin semua ini bisa diraih,” ujarnya dalam siaran pers kepada okezone di Jakarta, Minggu (23/10/2011).

KIai Jufri menambahkan, siswa siswi yang ikut dalam ajang internasiona ini tergolong orang yang tidak mampu dalam bidang ekonomi dan berasal dari pelosok desa.

Dia menjelaskan santri di pesantrennya 99 persen berasal dari pelosok desa dan 70 persen berasal dari kalangan orang tidak mampu secara ekonomi. “Keikutsertaan santri dalam ajang internasional ini menepis anggapan bahwa siswa-siswi pesantren masih terbelakang, tidak kompetitif, dan tidak modern,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala sekolah MTs Unggulan Bustanul Ulum, Nokman Affandi juga mengakui prestasi yang diraih anak didiknya sangat membantu menepis anggapan bahwa murid madrasah apalagi di desa terpencil tidak akan mampu berkompetisi dengan murid-murid di perkotaan.

“Terus terang saja walaupun fasilitas kami jauh di bawah lembaga-lembaga pendidikan di perkotaan, kami yakin dengan kegigihan dan kedisiplinan dalam mendidik, kami mampu bersaing dengan murid-murid kota yang selama ini dianggap berprestasi,” ujarnya yakin.

Nokman menambahkan, selain ke India, ada tiga anak didiknya yang juga terpilih sebagai siswa-siswi terbaik untuk mewakili ajang kompetisi Internasional di WMTC Beijing, China pada 01– 06 Nopember 2011 mendatang.

Mereka adalah Ahmad Hudah, Ega Bandawa Winata dan Ahmad Zainuddin. “Mereka juga seperti dua siswa kami yang ke India, termasuk siswa yang miskin,” ungkapnya.

Tak hanya India dan China yang akan dirambah pelajar dari Pulau Garam, pada Pebruari 2012 mendatang para siswa Mts Bustanul Ulum juga terpilih untuk mengikuti kompetisi Matematika Internasional di Singapura.

“Pada April 2012 siswa-siswi terbaik kami juga akan dikirim ke Australia mengikuti olimpiade matematika Bahasa Enggris dan TIK. Mohon doa restunya semoga sukses,” pintanya. (news.okezone)

Sungguh sangat membanggakan sekali. Semoga dimasa yang akan datang terus muncul anak-anak muda berprestasi dari Pulau Madura.

Kamis, 06 Oktober 2011

Terobos Lampu Merah, Pelajar Dianiaya Polantas

SAMPANG- Aksi arogan ditunjukkan oleh polisi di Kabupaten Sampang, Madura. Hanya karena menerobos lampu merah, seorang pelajar dianiya hingga luka-luka. Pelajar malang tersebut bernama Nasir (17) seorang siswa SMA Negeri 2 Sampang.

Foto Korban (sumber: taufikurrahman Okezone)
Nasir pun dilarikan ke RSUD Sampang guna mendapatkan pengobatan dari pihak medis setelah menjadi korban pemukulan dua oknum anggota polisi lalulintas setempat.
Peristiwa penganiayaan ini berawal saat korban hendak berangkat ke sekolah dan berboncengan dengan temannya. Sesampai di lampu merah dekat terminal Sampang, korban menerobos lampu merah tersebut.
Karena dinilai melanggar lalu lintas, dua anggota polisi lalu lintas yang sedang bertugas langsung mengejar. Menurut keterangan korban, dia akhirnya terjatuh karena dipepet. Setelah jatuh dari motornya, korban dipukuli dan diinjak oleh oknum polisi tersebut.
Akibatnya, korban menderita sejumlah luka-luka yakni pada bagian dagu, siku lengan, serta lutut. Ironisnya, selain dipukuli hingga babak belur, korban masih juga ditilang. Korban membantah dirinya menerobos lampu merah. Menurutnya, saat itu lampu masih hijau.
Pihak keluarga korban menyayangkan tindakan dua oknum polisi ini dan nilai terlalu arogan.
Setelah mendapat perawatan di rumah sakit, Nasir sempat diperiksa unit provoost Polres Sampang terkait dugaan pemukulan oleh anggota polisi ini.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Sampang, AKP Siti Maryatun, membantah anggotanya melakukan penganiayaan. Menurutnya, korban luka-luka karena terjatuh sendiri dari atas sepeda motornya setelah tersengol tidak sengaja oleh anggotanya di depan terminal Sampang.

Namun demikian, AKP Siti Maryatun memastikan, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan terkait kasus ini.

Sumber: Okezone

Kamis, 29 September 2011

Tembakau Juga Potensial untuk Minyak Atsiri

PAMEKASAN – Madura hingga saat ini terkenal sebagai salah satu sentra penghasil tembakau di Jawa Timur. Bahkan, petani tembakau Madura enggan beralih ke komoditas lainnya seperti tebu, sebab untung menanam tembakau dianggap lebih besar. Padahal tahun 2020 mendatang dunia harus sudah bebas rokok seperti kesepakatan global.

Dr Singgih Wijaya, Dosen Fakultas Tehnologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang menyarankan jika masyarakat tidak bisa menghilangkan kebiasaannya menanam tembakau, maka harus berupaya untuk menjadikan tembakau sebagai produk non-rokok. Menurut dia dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tembakau mengandung banyak unsur yang bisa dijadikan bahan dasar untuk pembuatan berbagai komuditas.

“Antara lain bisa dipakai untuk pembuatan minyak atsiri. Dari minyak atsiri ini bisa dibuat produk turunan yakni bisa untuk pembuatan sabun mandi, produk kecantikan, body lotion, untuk bahan bahan pembuatan obat obatan atau farmasi. Bahkan ada bagian yang bisa dipakai untuk pembuatan pestisida nabati yang sangat bagus,” katanya saat menjadi pembicara dalam Pelatihan Tehnik Membuat Atsiri di Aula SMKN 3 Pamekasan, Rabu (28/9).

Dia mengungkapkan bahwa tembakau bukan komuditas asli milik orang Madura, namun tanaman ini dibawa oleh penjajah Belanda dan dikembangkan di Madura. Di Madura sendiri ada tanaman atau komoditas asal yang menjadi tanaman bahkan makanan pokok orang Madura yakni jagung. Sayangnya, saat ini banyak ditingalkan, akibat terlalu konsentrasi menanam tembakau. Padahal kini jagung sangat dibutuhkan oleh kepentingan pasar dunia.

“Petani Madura tanam tembakau hanya karena hasilnya dianggap lebih banyak dan menguntungkan dibandingkan dengan pertanian lainnya. Sehingga mereka rela meninggalkan komoditas lainnya. Ini yang harus diselesaikan ketika pada saatnya nanti rokok harus dihentikan karena tuntutan kepentingan global, maka massyarakat harus mencari alternatif lain,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Pemkab Pamekasan Jon Yuliyanto mengatakan, pihanyak telah menangkap sinyal adanya kecendrungan global bebas rokok tahun 2020 mendatang. Karena itu Pemkab Pamekasan membuat terobosan dengan cara melakukan pelatihan tentang cara menjadikan tembakau untuk produk non-rokok. “Memang sulit menghadapi masyarakat yang kadung cinta tembakau. Tapi yang perlu dipahami, tembakau juga berpotensi di produk non-rokok,” tandasnya. mas


Rabu, 28 September 2011

Kecelakaan KM Kirana IX "Siti Melempar Anaknya Usia 13 Bulan ke Polisi"

Panik mendengar informasi kebakaran di dalam kapal, Siti Khotijah melempar anaknya ke arah polisi yang baru masuk ke dalam kapal. Beruntung ia bisa menyelamatkan diri sehingga bisa bertemu kembali dengan anaknya, Hubbi Muhammad, yang masih berusia 13 bulan itu.
Siti, warga Sumenep, Madura, sudah duduk di dalam KM Kirana IX saat musibah itu terjadi. Ia duduk memangku anaknya di dalam dek penumpang sehingga tidak segera mengetahui informasi kebakaran.

Begitu penumpang lain ramai berteriak ada kebakaran, dirinya ikut panik. Tanpa pikir panjang ia melemparkan tubuh anaknya ke polisi yang berada di luar ruang penumpang. "Yang penting anak selamat dulu," ujarnya.

Beruntung ia bisa ikut menyelamatkan diri keluar kapal. Begitu sampai di bawah, seorang polisi menghampirinya sambil menyerahkan putranya.

Siti dan anaknya selamat, tetapi ia kehilangan satu tas besar yang berisi pakaian. "Kalau barang hilang enggak apa-apa, yang penting keluarga selamat," katanya.

sumber: Kompas

Lagi, Polres Pamekasan Operasi Waspada Teroris

Antisipasi masuknya teroris menyusul kejadian bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton Solo, Polres Pamekasan, Rabu (28/09/2011) pagi kembali menggelar operasi gabungan yang berlokasi di pintu masuk Kota Pamekasan tepatnya di depan Pabrik Garam Garindo kecamatan Tlanakan.

Dijelaskan AKP Mohammad Supingi Kabag Humas Polres Pamekasan, operasi ini merupakan gabungan antara TNI Polri yang sasarannya adalah semua pengguna jalan khususnya bus, truk dan mobil boks.

“Operasi ini akan terus Polres lakukan selama belum ada perintah pencabutan operasi. Ini kita lakukan agar Pamekasan tetap kondusif dan mencegah masuknya teroris ke sini,” kata AKP Mohammad Supingi.

Sejauh ini kata AKP Mohammad Supingi, polisi belum mendeteksi adanya indikasi terorisme di Pamekasan dan berharap bisa kondusif dengan kerjasama yang baik antara masyarakat dengan aparat.

Sebelumnya diberitakan, operasi ini Senin (26/09/2011) malam lalu berhasil mengamankan 5 truk tembakau jawa kering di jalan raya Tlanakan milik Akib warga Desa Blumbungan dan sebagian milik Haji Syamsul Warga Desa Kecamatan Pakong.

“Mereka diamankan karena melanggar Perda nomor 3 tahun 2002 tentang pengendalian mutu dan perlindungan keaslian Termbakau Madura dengan ancaman 6 bulan kurungan atau denda 5 juta rupiah,” tandas AKP Mohammad Supingi.

Maktab JCH Pamekasan di Ring 1

Juhedi Kasi Haji Kemenag Pamkasan mengatakan, Maktab jamaah calon haji (Calhaj) asal Pamekasan dipastikan dekat dengan Masjidil Haram.

Juhedi Kasi Haji Kantor Kementerian Agama Pamekasan bilang, maktab calon jamaah haji asal Pamekasan tahun ini berada di ring satu atau maksimal 2 Kilometer dari Masjidil Haram. Jarak maktab ini lebih dekat dari tahun sebelumnya yang pernah berada di ring dua.

Para Calhaj, Rabu (28/09/2011) pagi dilepas secara simbolis oleh Bupati Pamekasan di Islamic centre, dan akan berangkat ke Tanah Suci Makkah pada 3 Oktober mendatang melalui kloter 5 dan 6.JCH yang akan diberangkatkan sebanyak 813 orang atau melebihi jatah yang berjumlah 802 orang. Ini terjadi karena terdapat JCH asal Sampang yang mutasi ke Pamekasan.

“JCH yang berangkat tahun ini dari Pamekasan memang melebihi kuota, karena ada JCH asal Sampang yang mutasi ke Pamekasan,” tutur Juhedi.

Selasa, 27 September 2011

Tebu Tidak Diminati di Madura

SAMPANG – Rencana pemerintah pusat membangun pabrik gula di Kabupaten Sampang terancam gagal. Sebab, program pengembangan lahan tebu seluas 183 hektare (ha) oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X kesulitan memenuhi target. Petani di Sampang lebih tertarik menanam tembakau yang untungnya dianggap lebih menggiurkan. Selama ini pengembangan tebu PTPN hanya mengandalkan lahan-lahan yang tidak tergarap saja.

Rencananya PTPN mengembangkan lahan tebu seluas 183 ha namun baru tertanam kurang dari 40% atau hanya 72 ha yang di Kecamatan Omben, Ketapang, dan Banyuates.

Sedangkan, berdasarkan data Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Sampang, tingkat produktivitas tembakau selama musim panen 2011 berkisar 650 sampai 700 kilogram (kg) per ha dalam setahun. Total luas lahan yang ditanami tembakau tahun ini mencapai 4.515 ha. Angka ini mengalami peningkatan produksi lebih dari 50%dibandingkan tahun lalu, yakni luas lahan hanya 2.927 ha dengan hasil produksi hanya 394 ton, dengan tingkat produktivitas 259 kg/ha/tahun.

Mengganti pola tanam petani dari tembakau ke tebu sepertinya sangat sulit, apalagi hasil panen tembakau tahun ini sukses, karena harganya menembus rekor termahal. Kondisi tersebut semakin menyulitkan Disbunhut untuk mengembangkan tebu, karena petani akan mencoba lagi keberuntungan menanam tembakau tahun depan.

Kepala Seksi (Kasi) Budidaya pada Disbunhut Sampang, Nurdin mengaku jika pihaknya tidak memaksakan kehendak, karena petani punya kebebasan memilih tanaman komoditi yang akan ditanam. Saat ini sasaran tembaknya adalah lahan yang tidak tergarap, tetapi harus ada ketercukupan air sehingga tidak akan menganggu lahan tembakau. “Kita hanya berupaya mengurangi bagi lahan yang tidak produktif untuk tanaman tembakau saja,” jelas Nurdin, ditemui Selasa (27/9).

Menurut Nurdin, pertimbangan Pemkab tersebut memang cukup realistis. “Kita mengakui pengembangan tebu tersebut cukup berat, karena tawaran itu tentu tidak begitu saja diterima mentah-mentah oleh para petani. Mengingat aspek sosial dan budaya petani yang masih belum terbiasa dengan tanaman tebu, tapi jika didukung tiga komponen, yaitu keterlibatan petani, lembaga keuangan dan pabrikan, maka kita optimis program itu bisa berjalan sukses,” katanya.

Dia menambahkan, langkah pengembangan tanaman tebu tersebut akan mendongkrak lahan tidur seluas 34 ha menjadi lahan produktif. Sehingga diharapkan kelak akan mempunyai nilai kompetitif yang cukup tinggi dibandingkan komoditas tembakau yang selama ini menjadi tanaman unggulan petani di Madura.

Sementara itu, sebelumnya rencana Bupati Pamekasan, Kholilurrahman mengembangkan tebu di wiliayahnya menuai protes. “Saya kira tidak mudah merencanakan pengembangan tanaman tebu di Pamekasan. Kita lihat dulu prospeknya bagaimana dan kesesuaian dengan struktur tanah. Jadi jangan asal berencana biar tidak hanya jadi wacana saja, sebab itu akan membingungkan masyarakat,” kata Fathorrahman, Anggota Komisi B DPRD Pamekasan baru-baru ini. rud, mas.

sumber: surabayapost

Warga Plakpak (Pamekasan) Simpan Bahan Peledak Ditangkap

Personel Polres Pamekasan, Jawa Timur, Senin (26/9), menangkap Khoiri, 29, warga Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, karena ketahuan menyimpan bahan peledak di rumahnya.

"Penangkapan dilakukan tim Reskrim Polres Pamekasan Senin tadi pagi. Yang bersangkutan kini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polres Pamekasan Ajun Komisaris Supingi.

Menurut dia, petugas mengetahui adanya warga yang menyimpan bahan peledak tersebut berdasarkan informasi yang disampaikan oleh masyarakat sekitar tempat tinggal Khoiri.

Bahan peledak yang disimpan di rumah Khoiri itu biasa digunakan untuk alat membuat petasan. Sebab saat petugas tiba di rumahnya, yang bersangkutan memang sedang membuat petasan jenis rentengan sepanjang 5 meter.

"Jadi saat baru membuat petasan rentengan satu renteng, dia itu langsung tertangkap petugas," kata Supingi.

Polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa pupuk warna abu sebanyak 50 gram, petasan ukuran 5 cm 15 biji, ukuran 1 cm sebanyak 900 biji, serta sumbu petasan sepanjang 20 meter.


Senin, 26 September 2011

Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) Bangun Wisata Pesisir

Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) menyiapkan lahan seluas 15,9 hektar. Lahan tersebut akan diperuntukkan untuk pembangunan kawasan wisata pesisir, yang berdasarkan rencana akan diletakkan di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan.

Humas BPWS Faisal Yasir, menyatakan, konsep wisata pesisir akan dibangun berdekatan dengan kawasan kaki jembatan Suramadu sisi Pulau Madura. Diperkirakan, kawasan wisata air seluas puluhan hektar tersebut, diprediksi akan dibangun pada tahun 2012 mendatang.

“Tujuan dari pembangunan wisata air tersebut, khususnya dalam rangka memicu pertumbuhan ekonomi di Pulau Madura,” katanya.

Faisal menjelaskan, dengan dibangunnya kawasan wisata pesisir tersebut, diharapkan bisa dapat menarik investor, khususnya di kaki jembatan Suramadu sisi Pulau Madura. Di sisi lain, sebagai gerbang penerima barang dari Pulau Jawa (Surabaya) menuju Madura.

Pembangunan kawasan wisata pesisir, menurutnya, juga dapat mendorong pengembangan sektor pariwisata kabupaten Bangkalan. Nantinya, berbagai fasilitas akan dibangun di kawasan tersebut, seperti arena untuk karapan sapi, cagar budaya, museum, masjid sejarah, kuburan tua, pasar seni dan oleh-oleh/kerajinan serta gedung serbaguna.

“Saat ini, kami sudah menyiapkan studi AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan) atas proyek tersebut,” ungkap Faisal.

Selain rencana pembangunan kawasan wisata pesisir. Faizal menambahkan, pihaknya juga akan membangun ruang terbuka hijau (RTH). Kawasan tersebut, rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 4,8 hektar, yang kemungkinan akan ditempatkan di lokasi yang sama.

“Jadi akan ada lahan seluas 20,7 hektare, untuk dua kawasan tersebut. yang dalam waktu dekat akan segera dibangun,” urainya.

sumber: okezone