Jumat, 18 November 2011
TKI Asal Pamekasan di kabarkan Tewas di Malaysia
Kamis, 17 November 2011
BNI Segera Turunkan Suku Bunga Kredit
Tower E-KTP Patah, Proses Perekaman Sempat Terhenti
Jamaah Haji Masalembu Terlantar Karena Tak Ada Kapal,
Selasa, 15 November 2011
Polres Pamekasan Siap Amankan Kedatangan Haji
AKP Mohammad Supingi Kasubag Humas Polres Pamekasan menjelaskan, 230 personel yang di back up oleh beberapa instansi terkait akan disebar di beberapa lokasi penjemputan haji yakni di Pendopo Ronggosukowati, STAI Al Khairat Bata-Bata Palengaan, Mako Brimob, Yayasan Nurul Hikmah dan UD Cair jalan raya Sumenep.
Ia mengatakan, diperkirakan jamaah haji kloter 5 akan tiba di Pamekasan sekitar pukul 14.00 wib kemudian disusul oleh kloter 6 jam 16.00 sore. Diimbau kepada para penjemput jamaah haji agar selalu hati-hati dan tidak membawa perhiasan serta uang yang berlebihan untuk mengantisipasi aksi copet.
Sebelumnya diinformasikan, Jumlah jamaah saat ini masih utuh sebanyak 814 orang termasuk jamaah ONH plus dan mutasi dari luar kota. Kemenag Pamekasan juga telah menyiapkan langkah teknis terkait pengambilan sahara atau barang bawaan jamaah agar tidak tertukar.
Sumber: suarasurabaya
Sumenep: Bukit Kasengan Rawan Longsor Akibat Penambang Pasir
Ancaman longsor bisa jadi bukan isapan jempol. Buktinya, bukit Kasengan yang dulu utuh dan hijau, kini tampak gersang dan tandus. Itu semua akibat maraknya penggalian pasir.
Meski cemas, toh warga tak bisa apa-apa. Mereka terus menggali pasir karena terbentur kebutuhan hidup. Mereka mulai menggali bukit sejak lima tahun silam dengan penghasilan tak lebih dari Rp50 ribu per hari.
Zubairi, penambang pasir, mengaku, terpaksa menggali bukit karena tak punya pekerjaan lain. Dia tak tahu kalau pekerjaan yang dilakoninya bisa menyebabkan longsor atau banjir.
Penggalian batu golongan C ini sudah jadi masalah laten di Sumenep. Keadaan tambah gawat karena Badan Lingkungan Hidup setempat juga abai. Itu pula yang membuat makin hari makin banyak warga yang menggali badan bukti Kesengan.
sumber: Metro TV
Jumat, 11 November 2011
Curi Uang jutaan rupiah, Bocah nyaris di hajar massa
Kejadian itu bermula saat warga Dusun Crecet Desa Tobai Tengah Kecamatan Sokobanah dikejutkan dengan teriakan Busari (31), pemilik toko di desa tersebut karena curiga adanya pencurian di tokonya.
Kapolres Sampang AKBP Solehan melalui Kabag Ops Kompol Danuri menjelaskan kronologi pencurian tersebut. Menurut keterangan Busari, yang hendak menutup tokonya dan masuk ke rumahnya untuk salat malam, mendengar suara yang mencurigakan.
"Bocah bernama Said itu masuk menjalankan aksinya dengan mengambil uang yang ada di dalam kotak sebesar Rp 10 juta, kemudian tersangka mengambil uang yang ditaruh di tempat lain," tutur Danuri.
Setelah mengambil uang yang diperkirakan sebanyak Rp 25 juta, tersangka kemudian memberikan uang kepada kedua temannya yang sudah menunggu di atas sepeda. Lalu tersangka kembali lagi untuk mencari sasaran lain.
"Saat kembali beraksi itulah, tersangka kepergok pemiliknya kemudian dia ditangkap, sedangkan kedua temannya sudah lari membawa uang hasil curiannya," katanya.
Danuri mengatakan warga yang mengetahui bahwa ada maling ditangkap langsung berdatangan dan meminta ke pemilik toko untuk menyerahkan tersangka. Untungnya pemilik toko tidak bersedia.
"Pemilik toko tidak menyerahkan kecuali yang meminta kepala desa dan polisi, baru dia akan kasih," ujarnya.
Hinggga berita ini diturunkan tersangka masih dalam pemeriksaan kepolisian guna penyelidikan terkait kedua teman tersangka yang sudah kabur membawa uang milik korban.
Sumber: inilah.com
Nelayan geram area melautnya dibatasi Santos
Mereka merasa kecewa sejak Santos beroperasi, hasil tangkapan ikan menjadi berkurang. Bahkan kerap mendapatkan ancaman dari petugas keamanan kontraktor migas asal Australia itu, ketika nelayan mencari ikan di dekat lokasi pengeboran.
“Saya tidak mengerti kenapa sering diusir ketika mendekati lokasi pengeboran, padahal wilayah itu merupakan tempat paling banyak ikannya, “ keluh Sahrawi, nelayan asal Desa Darma Camplong, Kamis (10/11).
Dia pun juga mempertanyakan, apakah memang perairan pantai Camplong tersebut telah disewa oleh Santos, sehingga semua nelayan dilarang mencari ikan di tengah laut. Jika kondisi seperti itu tetap terjadi, mereka khawatir tidak dapat menafkahi keluarganya.
Pekerjaan sebagai nelayan merupakan mata pencaharian yang mereka tekuni sejak puluhan tahun. “Kalau dibatasi menangkap ikan, lalu makan apa anak istri kami. Karena kami tidak memiliki keahlian selain menjadi nelayan,” tambahnya.
Menanggapi keluahan nelayan itu, Abdul Gani, Staf Tim Monitoring Santos Pty Ltd, menegaskan, tidak benar jika pihaknya membatasi nelayan mencari ikan di perairan lepas pantai Camplong. Namun perusahaan pertambangan migas tersebut hanya melarang nelayan mendekati lokasi pengeboran migas, karena didekat lokasi tersebut sangat berbahaya karena mudah meledak.
"Kita hanya meminta nelayan mencari ikan di radius 500 meter di lokasi pengeboran sumur Wortel. Karena jika melewati batas itu maka dapat membahayakan keselamatan jiwa nelayan, bahkan juga membahayakan para pekerja yang sedang melakukan kegiatan eksploitasi migas, “ terang Abdul Gani.
Abdul Gani menyatakan, Santos benar-benar memperhatikan dampak lingkungan. Perusahaan itu tetap menjaga jangan sampai terdapat tumpahan minyak mencemari laut. Sampah yang berserakan di tengah laut akan diangkut dengan kapal untuk dibuang ke darat. “Namun jika hasil tangkapan ikan menurun, saya rasa bukan disebabkan kegiatan eksploitasi migas, tapi bisa saja karena faktor cuaca apalagi saat ini memasuki pergantian musim," imbuhnya.
Sumber: SurabayaPostOnline
Selasa, 08 November 2011
Dua Siswa SMAN 1 SUMENEP Raih Perunggu di China
Jumat, 28 Oktober 2011
Kejayaan Garam Madura Dahulu
![]() |
| Tangki air di samping pabrik garam Kalianget, Madura Tahun 1914-1925 (Sumber: wikimedia.org) |
![]() |
| Petani Garam Tahun 1914-1925 (sumber: wikimedia.org) |
![]() |
| Produksi garam di Kalianget perusahaan, Madura tahun 1914-1925 (Sumber: wikimedia.org) |
![]() |
| Pekerja bekerja di pabrik garam perusahaan di Kalianget, Madura tahun 1914-1925 (Sumber: wikimedia.org) |
![]() |
| Karyawan menangani garam mentah diperkenalkan dalam pabrik garam Kalianget, Madura Tahun 4 September 1927 (Sumber : wikimedia.org) |
![]() |
| Karyawan Perusahaan Garam bersama alat pengangkut Garam kering, Kalianget 14 September 1927. (Sumber: wikimedia.org) |
![]() |
| Bongkar Muat Garam Tahun 1900-1940 (Sumber: wikimedia.org) |
![]() |
| Alat Cetak Garam Tahun 1948 (Sumber: wikimedia.org) |
![]() |
| Dalam sebuah pabrik Kalianget, Madura, kotak kardus yang disegel dengan garam sebelum 1925. (Sumebr: wikimedi.org) |
![]() |
| Oven untuk pencetakan garam sebelum 1925 (Sumber: wikimedia,.org) |
(Sumber: wikimedia.org)
![]() | ||
| Di ruang kemasan dari pabrik Kalianget, Madura, garam dikemas | sebelum 1925 |
![]() |
| Transportasi garam, mungkin setelah pengolahan di Kaliangat Tahun 1914-1925 (Sumber: wikimedia.org) |
Saat ini Industri Garam Madura tidak seindah dahulu.
Untuk Foto Madura Jadul
Untuk melihat foto-foto Madura Jadul Silahkan klik link berikut "madura tempoe doeloe"
*Seluruh Foto bersumber dari wikimedia.org, link sumber telah tertanam di setiap foto. LiputanMadura.com menjunjung Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)>
Kamis, 27 Oktober 2011
Komunitas Blogger Madura : Komunitas Blogger dari Pulau Garam
| Sederhana Kopdar KBM |
![]() |
| Logo Komunitas Blogger Madura |
![]() |
| Tampilan Web Komunitas Blogger Madura http://gokbm.org |
| Suasana Kopdar Komunitas Blogger Madura (KBM) |
Senin, 24 Oktober 2011
Lagi, Anak Madura Ikuti Kompetisi Internasional
JAKARTA - Pesantren Bustanul Ulum, Tagangser Laok Waru, Pamekasan, Madura, berhasil meloloskan dua santrinya untuk mengikuti Kompetisi Matematika Internasional WIZARD at Mathematics International Competition (WIZMIC) 2011 di Lucknow, India.
![]() |
| Peserta Mathematics International Competition (okezone) |
Kamis, 06 Oktober 2011
Terobos Lampu Merah, Pelajar Dianiaya Polantas
![]() |
| Foto Korban (sumber: taufikurrahman Okezone) |
Kamis, 29 September 2011
Tembakau Juga Potensial untuk Minyak Atsiri
Rabu, 28 September 2011
Kecelakaan KM Kirana IX "Siti Melempar Anaknya Usia 13 Bulan ke Polisi"

Lagi, Polres Pamekasan Operasi Waspada Teroris
Maktab JCH Pamekasan di Ring 1
Selasa, 27 September 2011
Tebu Tidak Diminati di Madura
Warga Plakpak (Pamekasan) Simpan Bahan Peledak Ditangkap

Senin, 26 September 2011
Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) Bangun Wisata Pesisir
















