Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2011

BNI Segera Turunkan Suku Bunga Kredit

PT Bank Negara Indonesia (BNI) akan segera menurunkan suku bunga kredit mengikuti penurunan BI rate yang sejak Oktober lalu sudah turun 0,75 persen menjadi 6,00 persen.

"Suku bunga kredit pasti akan disesuaikan turun, karena dengan BI rate turun maka biaya dana juga turun. Besarannya sekitar 0,25 persen sampai 0,50 persen," kata Direktur BNI Adi Setianto di Jakarta, Kamis.

Adi mengatakan, penurunan suku bunga kredit akan dilakukan sekitar 3-4 bulan mendatang menunggu beberapa kredit besar yang jatuh tempo, sehingga penyesuaian bisa dilakukan dengan mudah.

Menurutnya, suku bunga kredit di BNI trennya sejak beberapa waktu lalu sudah menurun, dengan terus melakukan efisiensi operasional seperti memperbanyak transaksi e-chanel dengan internet, SMS, dan memperbanyak fitur pembayaran di ATM sehingga mengurangi biaya overhead.

Mengenai keluhan BI, bahwa net interest margin (NIM) bank yang masih tetap tinggi rata-rata 6,07 persen, sehingga suku bunga kredit sulit turun, Adi mengatakan hal itu juga terkait model perbankan di Indonesia yang masih tradisional.

"Nasabah kita masih membutuhkan kantor bank untuk bertransaksi dan itu menambah biaya overhead, selain itu pendapatan feebase masih kecil dan tidak bisa menutupi biaya operasional," katanya.

Untuk tahun depan, dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2012 yang akan diajukan ke BI Desember mendatang, BNI akan menyampaikan rencana penurunan suku bunga kredit itu dengan beberapa langkah efisiensi yang akan dilakukan seperti dengan memperbanyak transaksi e-chanel.

Bank Indonesia akan mengeluarkan benchmark atau patokan terbaik di tiga komponen suku bunga pinjaman untuk memaksa perbankan menurunkan suku bunga pinjaman yang selisihnya masih sangat tinggi dibanding suku bunga tabungan.

Sebelumnya, Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo mengatakan, selisih atau spread suku bunga perbankan di Indonesia sangat tinggi yaitu rata-rata 6,07 persen pada September lalu yang membuat suku bunga pinjaman sulit diturunkan.

"Spread suku bunga perbankan masih terlalu tinggi. Kita akan coba menurunkannya dengan membuat benchmark pada komponen suku bunga pinjaman yaitu di overhead cost, profit margin dan risk premium," kata Perry seperti dikutip Antara.

Menurutnya, dari empat komponen suku bunga pinjaman yang harus diumumkan bank dalam Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK), selama ini hanya komponen biaya dana sebesar 6,5 persen (rata-rata) yang sudah mengalami penurunan dalam beberapa tahun ini, sehingga BI tidak akan memberikan patokan terbaik untuk menurunkan komponen ini.

Namun untuk biaya overhead, yang saat ini rata-rata sebesar 2,9 persen, justru mengalami peningkatan sejak 2001 yang rata-rata sebesar dua persen. Begitu pula mengenai profit margin yang rata-rata 1,7 persen mengalami kenaikan dibanding sebelumnya sekitar 1,5 persen, dan komponen risk premium yang saat ini rata-rata 1,3 persen, atau naik dari posisi sebelumnya 1,1 persen. (tk)

Selasa, 15 November 2011

Mengenal Istilah-istilah Ekonomi [Part I]

Berikut beberapa istilah-istilah dalam ekonomi:
  • Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan outputriil. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang.
  • Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.
  • Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang.
  • Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan
  • Deflasi adalah suatu periode dimana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi adalah kebalikan dari inflasi.
  • Hiperinflasi adalah inflasi yang tidak terkendali, kondisi ketika harga-harga naik begitu cepat dan nilai uang menurun drastis. Secara formal, hiperinflasi terjadi jika tingkat inflasi lebih dari 50% dalam satu bulan.
  • Ilmu ekonomi regional adalah cabang ilmu ekonomi yang memasukkan unsur lokasi dalam bahasan ilmu ekonomi tradisional.
  • Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas.
  • Ceteris Paribus adalah istilah dalam bahasa Latin, yang secara harafiah dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai “dengan hal-hal lainnya tetap sama”, dan dalam bahasa Inggris biasanya diterjemahkan sebagai “all other things being equal.”
  • Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan.
  • Akuntan adalah sebutan dan gelar profesional yang diberikan kepada seorang sarjana yang telah menempuh pendidikan di fakultas ekonomi jurusan akuntansi pada suatu universitas atau perguruan tinggi dan telah lulus Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk).
Berlanjut di Mengenal Istilah-istilah Ekonomi [Part II]






Pegantar Materi Ekonomi Pertanian

Berikut Sebuah Pengantar Mengenai Ekonomi Pertanian

PENDAHULUAN

Ilmu Ekonomi Pertanian merupakan cabang ilmu yang relatif baru. Bila ilmu ekonomi modern dianggap lahir bersamaan dengan penerbitan karya Adam Smith yang berjudul The Wealth of Nation pada tahun 1776 di Inggris, maka ilmu ekonomi pertanian baru dicetuskan untuk pertamakalinya pada awal abad 20, tepatnya setelah terjadi depresi pertanian di Amerika pada tahun 1890. Di Amerika Serikat sendiri mata kuliah Rural Economics mula-mula diajarkan di Universitas Ohio pada tahun 1892, menyusul kemudian Universitas Cornell yang memberikan mata kuliah Economics of Agriculture pada tahun 1901 dan Farm Management pada tahun 1903. Sejak tahun 1910 beberapa universitas di Amerika Serikat telah memberikan kuliah-kuliah ekonomi pertanian secara sistematis. Di Eropa ekonomi pertanian dikenal sebagai cabang dari ilmu pertanian. Penggubah ilmu ekonomi pertanian di Eropa adalah Von Der Goltz yang menuliskan buku Handbuch der Landwirtshaftlichen Bertriebslehre pada tahun 1885 (Mubyarto, 1979).

Di Indonesia mata kuliah ekonomi pertanian pada awalnya diberikan pada fakultas-fakultas pertanian dengan tradisi pengajaran Eropa oleh para Guru Besar Ilmu Pertanian antara lain Prof. Iso Reksohadiprojo dan Prof. Ir. Teko Sumodiwirjo. Pada perkembangan berikutnya ilmu ekonomi pertanian semakin memperoleh tempat setelah pembentukan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) pada bulan Februari 1969 di Ciawi, Bogor. Sejak itu pengakuan atas profesi baru ini berlangsung makin cepat sejalan dengan dilaksanakannya Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita I) yang dicanangkan pada tanggal 1 April 1969.

Karakteristik Ilmu Ekonomi Pertanian

Dari ilustrasi historis di atas diperoleh dua gambaran utama ialah bahwa ilmu ekonomi pertanian bersumber pada dua jenis cabang ilmu: Ilmu Pertanian atau usahatani dan Ilmu Ekonomi. Dengan demikian saat makna konseptual ilmu ekonomi pertanian dipertanyakan, ada beberapa alternatif jawaban. Salah satu jawaban yang paling sering dilontarkan adalah bahwa ekonomi pertanian merupakan aplikasi prinsip-prinsip ilmu ekonomi di bidang pertanian. Jawaban ini benar meski dalam pengertian yang sempit. Mengapa? Sebab definisi di atas tidak mampu merepresentasikan muatan ekonomi, sosial serta isu-isu lingkungan hidup yang sebagaimana kita ketahui sangat lekat dengan masalah-masalah ekonomi pertanian. Persepsi bahwa ekonomi pertanian semata-mata mencakup praktek-praktek produksi pertanian dan peternakan tidak dapat dibenarkan sebab ruang lingkup ekonomi pertanian juga menyentuh aktivitas perekonomian yang jauh lebih luas, khususnya yang berkaitan dengan industri bahan pangan dan serat. Oleh karena itu sebelum mendefinisikan ekonomi pertanian perlu dikaji terlebih dahulu ruang lingkup ilmu ekonomi dan peran sektor pertanian dalam perekonomian secara umum. Selanjutnya karena ekonomi pertanian dapat dipandang sekaligus sebagai cabang ilmu-ilmu pertanian dan ilmu ekonomi, maka ekonomi pertanian haruslah mencakup analisis ekonomi dari proses teknis produksi serta hubungan-hubungan sosial dalam produksi pertanian.

Definisi dan Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi Pertanian

Ekonomi: Makna Terminologis

Makna terminologis ilmu ekonomi yang utama berkaitan dengan masalah pilihan. Konsumen misalnya harus menetapkan pilihan atas beberapa jenis barang yang ingin dikonsumsinya. Konsumen senantiasa berupaya memaksimalkan kepuasan dengan keterbatasan sumberdaya finansial yang mereka miliki. Kita semua, terlepas dari siapa dan apa peran kita harus mengambil keputusan mengalokasikan waktu yang kita miliki untuk bekerja atau tidak. Kita juga harus mengambil keputusan apakah akan membelanjakan uang kita atau menabung saja. Produsen di sisi lain juga harus mengambil keputusan dalam aktivitas produksinya. Tujuan produsen adalah memaksimalkan profit dengan keterbatasan modal usaha yang mereka punyai pada tingkat harga jual produk mereka di pasar.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa baik konsumen maupun produsen selalu menggunakan analisis biaya dan manfaat dalam proses pengambilan keputusan atas tindakan yang bermotif ekonomi. Ada dua alasan yang melatarbelakangi perilaku ini yaitu:

Kelangkaan Sumberdaya

Konsep kelangkaan merujuk pada terbatasnya kuantitas ketersediaan sumberdaya dibandingkan dengan kebutuhan relatif masyarakat. Sumberdaya yang langka dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok yaitu:

Sumberdaya alam dan biologis : lahan, deposit mineral dan minyak bumi adalah beberapa contoh sumberdaya alam. Kualitas sumberdaya ini berbeda antar wilayah. Di beberapa wilayah misalnya, lahan yang tersedia sangat subur, namun di wilayah lain hampir tidak dapat ditanami apapun meski lahan tersebut mengandung deposit mineral. Contoh lain dapat diamati pada kasus meningkatnya keresahan masyarakat merespon ketersediaan air yang semakin langka. Isu-isu sumberdaya alam lain dihubungkan dengan keterbatasan sumberdaya biologi seperti ternak, satwa liar, serta keragaman hayati.
Sumberdaya manusia: merujuk pada jasa yang disediakan oleh tenaga kerja termasuk ketrampilan wirausaha dan manajemen. Sumberdaya manusia hingga batas tertentu termasuk sumberdaya yang langka meskipun angka pengangguran di negara yang bersangkutan tidak sama dengan nol. Suplai jasa tenaga kerja merupakan fungsi tingkat upah dan penggunaan waktu luang (leisure). Sektor agrobisinis tidak akan mampu mempekerjakan seluruh jasa tenaga kerja yang tersedia pada tingkat upah yang dikehendaki. Bentuk formasi sumberdaya manusia lainnya adalah kemampuan manajemen yang antara lain menyediakan jasa kewirausahaan, misalnya membentuk perusahaan baru, renovasi dan atau ekspansi perusahaan yang telah ada, proses pengambilan resiko, supervisi atas alokasi sumberdaya finansial perusahaan, dan sebagainya.
Sumberdaya olahan: kategori sumberdaya yang ketiga ini disebut juga sebagai sumberdaya kapital (modal). Sumberdaya kapital meliputi mesin-mesin dan peralatan produksi, yang tidak habis sekali pakai.

Kelangkaan merupakan konsep yang relatif. Negara yang memiliki pendapatan per kapita tinggi pun harus menghadapi masalah kelangkaan sumberdaya sebagaimana halnya negara-negara miskin. Perbedaannya terletak pada seberapa besar kelangkaan sumberdaya yang mereka hadapi dan kemampuan untuk mengatasi problematika yang timbul akibat kelangkaan tersebut.

Penanganan yang tepat atas kelangkaan sumberdaya relatif ini kemudian melahirkan konsep spesialisasi. Melalui pemilikan sumberdaya yang spesifik, dapat diproduksi output unggulan yang relevan, yang selanjutnya dapat saling dipertukarkan dalam perekonomian pasar.

Proses pengambilan keputusan atas beberapa alternatif pilihan

Kelangkaan sumberdaya memaksa konsumen dan produsen untuk menetapkan pilihan. Penetapan pilihan mengandung dimensi waktu. Pilihan konsumen yang ditetapkan hari ini akan berdampak pada kehidupan mereka di masa mendatang. Demikian pula bagi pengusaha. Keputusan yang mereka tetapkan saat ini akan sangat mempengaruhi profitabilitas perusahaan di masa yang akan datang.

Selain itu proses pengambilan keputusan juga erat kaitannya dengan biaya peluang (opportunity cost). Biaya peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi misalnya adalah sama dengan nilai pendapatan yang seharusnya diperoleh bila seseorang memilih bekerja dan tidak melanjutkan pendidikannya. Biaya peluang seorang konsumen yang membeli stereo set seharga satu juta rupiah sama dengan suku bunga yang ia terima dari bank seandainya ia mendepositokan uang tersebut.

Di luar waktu, kelangkaan sumberdaya dan biaya peluang, adakalanya proses pengambilan keputusan juga dibatasi oleh pertimbangan-pertimbangan non ekonomi misalnya aspek politik, hukum dan moralitas serta etika.

DEFINSI ILMU EKONOMI

Ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari perilaku konsumen, produsen dan masyarakat pada umumnya dalam melakukan pilihan atas sejumlah alternatif pemanfaatan sumberdaya dalam proses produksi, perdagangan, serta konsumsi barang dan jEkonomi Pertanian: Antara

Perspektif Mikro dan Makro Ekonomi serta Ekonomi Positif dan Normatif

Setelah pengertian mengenai ilmu ekonomi diberikan, hal lain yang perlu diketahui adalah pembagian ilmu ekonomi menjadi dua bidang utama yaitu ilmu ekonomi makro dan mikro. Mikro ekonomi mempelajari perilaku ekonomi individual atau kelompok pelaku ekonomi yang spesifik. Misalnya ekonomi mikro mengkaji bagaimana perilaku produsen telur, konsumen beras, bagaimana harga telur di pasar ditetapkan. Mikroekonomi mengabaikan keterkaitan antar pasar dengan mengasumsikan bahwa semua determinan di luar lingkup analisis tidak berubah (ceteris paribus). Makro ekonomi di sisi lain memusatkan kajiannya pada perekonomian secara agregat, seperti pertumbuhan produk domestik bruto, kesenjangan antara PDB potensial dan PDB aktual, trade offantara pengangguran dan inflasi, dan sebagainya. Meskipun ekonomi makro dan mikro mempelajari perilaku pelaku ekonomi dari sudut yang berbeda, tak ada pertentangan di antara keduanya.

Baik analisis makro ekonomi maupun mikro ekonomi keduanya digunakan dalam ekonomi pertanian. Beberapa pokok bahasan ekonomi pertanian yang dipelajari dari perspektif mikro ekonomi adalah teori perilaku konsumen, teori produksi, perilaku pasar, teori biaya dan analisis distorsi harga. Sedangkan aspek makro ekonomi yang dipelajari dalam ekonomi pertanian antara lain adalah pasar barang dan output nasional,siklus bisnis, pasar uang dan kebijakan moneter, kebijakan fiskal dan perimbangan APBN serta teori-teori tentang perdagangan internasional.

Karena bidang kajian ekonomi pertanian mencakup spektrum masalah yang cukup luas, di mana aspek kebijakan, isu-isu lingkungan dan sosial juga dipelajari maka ilmu ekonomi kemudian dibedakan menjadi ilmu ekonomi positif dan normatif. Ilmu ekonomi positif mempelajari realitas ekonomi apa adanya atau dengan kata lain menjawab pertanyaan “what is?”, sementara ilmu ekonomi normatif mencoba menjawab “what should be?” – apa yang seharusnya dilakukan? Kedua proposisi ilmiah tersebut, baik positif maupun normatif sangat diperlukan terutama dalam kaitannya dengan berbagai upaya formulasi kebijakan di sektor agrobisnis.

Definisi dan Ruang Lingkup Pertanian

Pertanian memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi. Pemanfaatan sumberdaya yang efisien pada tahap-tahap awal proses pembangunan menciptakan surplus ekonomi melalui sediaan tenagakerja dan formasi kapital yang selanjutnya dapat digunakan untuk membangun sektor industri.

Pertanian atau usahatani hakekatnya merupakan proses produksi di mana input alamiah berupa lahan dan unsur hara yang terkandung di dalamnya, sinar matahari serta faktor klimatologis (suhu, kelembaban udara, curah hujan, topografi dsb) berinteraksi melalui proses tumbuh kembang tanaman dan ternak untuk menghasilkan output primer yaitu bahan pangan dan serat alam.

Ada beberapa jenis pertanian berdasarkan perkembangannya yaitu:

Pertanian ekstraktif, yaitu pertanian yang dilakukan dengan hanya mengambil atau mengumpulkan hasil alam tanpa upaya reproduksi. Pertanian semacam ini meliputi sektor perikanan dan ekstraksi hasil hutan.
Jenis pertanian kedua adalah pertanian generatifyaitu corak pertanian yang memerlukan usaha pembibitan atau pembenihan, pengolahan, pemeliharaan dan tindakan agronomis lainnya. Berdasarkan tahapan perkembangannya pertanian generatif dibedakan menjadi dua kelompok yaitu:
Perladangan berpindah (shifting cultivation), merupakan salah satu corak usahatani primitif di mana hutan ditebang-bakar kemudian ditanami tanpa melalui proses pengolahan tanah. Corak usahatani ini umumnya muncul wilayah-wilayah yang memiliki kawasan hutan cukup luas di daerah tropik. Sistem perladangan berpindah dilakukan sebelum orang mengenal cara mengolah tanah.
Pertanian menetap (settled agricultured) yaitu corak usahatani yang pada awalnya dilakukan di kawasan yang memiliki kesuburan tanah cukup tinggi sehingga dapat ditanami terus menerus dengan memberakan secara periodik.

Selanjutnya berdasarkan ciri ekonomis yang lekat pada masing-masing corak pertanian dikenal dua kategori pertanian yakni pertanian subsisten danpertanian komersial. Pertanian subsisten ditandai oleh ketiadaan akses terhadap pasar. Dengan kata lain produk pertanian yang dihasilkan hanya untuk memenuhi konsumsi keluarga, tidak dijual. Pertanian komersial berada pada sisi dikotomis pertanian subsisten. Umumnya pertanian komersial menjadi karakter perusahaan pertanian (farm) di mana pengelola usahatani telah berorientasi pasar. Dengan demikian seluruh output pertanian yang dihasilkan seluruhnya dijual dan tidak dikonsumsi sendiri.

Selain karakteristik pertanian sebagaimana yang telah dipaparkan di atas, berdasarkan ciri pengelolaannya dikenal adanya konsep pertanian dalam arti luas dan sempit.

Pertanian dalam arti luas mencakup:

Pertanian dalam arti sempit yaitu pertanian rakyat dan
Perkebunan
Kehutanan
Peternakan
Perikanan

Pertanian dalam makna sempit atau pertanian rakyat adalah usahatani yang dikelola oleh petani dan keluarganya. Umumnya mereka mengelola lahan milik sendiri atau lahan sewa yang tidak terlalu luas dan menanam berbagai macam tanaman pangan, palawija dan atau hortikultura. Usahatani tersebut dapat diusahakan di tanah sawah, ladang dan pekarangan. Hasil yang mereka panen biasanya digunakan untuk konsumsi keluarga, jika hasil panen mereka lebih banyak dari jumlah yang mereka konsumsi mereka akan menjualnya ke pasar tradisional. Jadi pertanian dalam arti sempit dapat dicirikan oleh sifat subsistensi atau semi komersial. Ciri lain pertanian rakyat adalah tidak adanya spesifikasi dan spesialisasi. Mereka biasa menanam berbagai macam komoditi. Dalam satu tahun musim tanam petani dapat memutuskan untuk menanam tanaman bahan pangan atau tanaman perdagangan.

Keputusan petani untuk menanam bahan pangan terutama didasarkan atas kebutuhan pangan keluarga, sedangkan bila mereka memutuskan untuk menanam tanaman perdagangan faktor-faktor determinan yang mempengaruhi pengambilan keputusan tersebut antara lain adalah iklim, ada tidaknya modal, tujuan penggunaan hasil penjualan tanaman tersebut dan ekspektasi harga. Jenis komoditi perdagangan rakyat meliputi tembakau, tebu rakyat, kopi, lada, karet, kelapa, teh, cengkeh, vanili, buah-buahan, bunga-bungaan dan sayuran.

Di samping mengusahakan komoditi-komoditi di atas, pertanian rakyat juga mencakup usahatani sampingan yaitu peternakan, perikanan dan pencarian hasil hutan. Bila pendapatan seorang petani sebagian besar diperoleh dari sektor perikanan maka ia disebut nelayan. Namun demikian ciri subsistensi atau semi komersial tetap lekat pada pertanian rakyat baik usahatani tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan maupun kehutanan.

Adapun bila usahatani, perkebunanan, peternakan, perikanan dan kehutanan telah dilakukan secara efisien dalam skala besar dengan menerapkan konsep spesialisasi komoditi maka karakteristik pertanian bergeser ke arah komersialisasi dan dikenal dengan istilah perusahaan pertanian atau farm. Perkebunan yang dikelola secara komersial dikenal sebagai plantation. Dalam peternakan dikenal istilah ranch untuk peternakan sapi yang dikelola secara profesional, demikian seterusnya.

Dari latar belakang historis dan karakteristik ilmu ekonomi pertanian di atas, maka ilmu ekonomi pertanian dapat didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari perilaku petani tidak saja dalam kehidupan profesionalnya namun juga mencakup persoalan ekonomi lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan produksi, pemasaran dan konsumsi petani atau kelompok-kelompok tani.

DEFINISI ILMU EKONOMI PERTANIAN:

Ilmu Ekonomi Pertanian adalah bagian ilmu ekonomi umum yang mempelajari fenomena-fenomena serta persoalan-persoalan yang berhubungan dengan pertanian baik mikro maupun makro

Peran Ekonomi Pertanian

Aplikasi ilmu ekonomi di sektor pertanian dalam kompleksitas perekonomian pasar tentunya melibatkan beragam aktivitas baik di level mikro maupun makro ekonomi. Pada level mikro pakar ekonomi produksi pertanian umumnya memberikan kontribusi dengan meneliti permintaan input dan respon suplai. Bidang kajian pakar pemasaran pertanian terfokus pada rantai pemasaran bahan pangan dan serat dan penetapan harga pada masing-masing tahap. Pakar pembiayaan ekonomi pertanian mempelajari isu-isu yang erat kaitannya dengan pembiayaan bisnis dan suplai modal pada perusahaan agrobisnis. Sedangkan pakar ekonomi sumberdaya pertanian berperan pada bidang kajian tentang pemanfaatan dan pelestarian sumberdaya alam. Pakar ekonomi lainnya mempelajari penyusunan program pemerintah atas suatu komoditi dan dampak penetapan kebijakan pemerintah baik terhadap konsumen maupun produsen produk pertanian.

Pada level makro minat para pakar terarah pada bagaimana agribisnis dan sektor pertanian pada umumnya mempengaruhi perekonomian domestik dan dunia. Selain itu juga dipelajari bagaimana kejadian-kejadian khusus atau penetapan kebijakan tertentu di pasar uang dapat mempengaruhi fluktuasi harga bahan pangan dan serat alam. Untuk kepentingan ini, biasanya ekonom menggunakan pendekatan formulasi model berbasis analisis komputerisasi.

11 November 2011:

sumber: http://tatiek.lecture.ub.ac.id/ilmu-amaliah/pengantar-ilmu-ekonomi-pertanian/

Senin, 07 November 2011

Sistem Ekonomi : Bentuk dan Ciri

Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :
  • Sistem Ekonomi Tradisional
  • Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
  • sistem ekonomi Komando (Terpusat)
  • Sistem Ekonomi Campuran

1. Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.

Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :
  • Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana 
  • Hanya sedikit menggunakan modal
    Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang) 
  • Belum mengenal pembagian kerja 
  • Masih terikat tradisi Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran 
  • Perhatikan bagaimana sistem ekonomi tradisional memecahkan masalah perekonomiannya ?



Sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan sebagai berikut :

Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
Tidak individualistis

Kelemahan dari sistem ekonomi tradisional adalah :

Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
Mutu barang hasil produksi masih rendah
Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah pelosok, seperti suku badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam kehidupan sehari - hari



2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)

Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.

Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
  1. Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
  2. Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
  3. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
  4. Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
  5. Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
  6. Persaingan dilakukan secara bebas
  7. Peranan modal sangat vital

Kebaikan dari sistem ekonomi antara lain:
  1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
  2. Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
  3. Munculnya persaingan untuk maju
  4. Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku dipasar
  5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
 Kelemahan dari sistem ekonomi antara lain:

  1. Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
  2. Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
  3. Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
  4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasisumber daya oleh individu
  5. Perhatikan bagaimana sistem ekonomi pasar memecahkan persoalannya



3. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)

Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.

Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
  1. Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah
  2. Hak milik perorangan tidak diakui
  3. Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah

Kebaikan dari sistem ekonomi terpusat adalah:
  1. Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya 
  2. Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
  3. Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga 
  4. Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan 
  5. Jarang terjadi krisis ekonomi 

Kelemahan dari sistem ekonomi terpusat adalah :
  1. Mematikan inisiatif individu untuk maju
  2. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat 
  3. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya 
  4. Perhatikan bagaimana sistem ekonomi terpusat memecahkan persoalannya



4. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.

Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :

Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Secara umum saat ini hampir tidak ada negara yang murni melaksanakan sistem ekonomi terpusat maupun pasar, yang ada adalah kecenderungan terhadap ekonomi pasar seperti Amerika, Hongkong, dan negara–negara eropa barat yang berpaham liberal, sementara negara yang pernah menerapkan ekonomi terpusat adalah Kuba, Polandia dan Rusia yang berideologi sosialis atau komunis. Kebanyakan negara-negara menerapkan sistem ekonomi campuran seperti Perancis, Malaysia dan Indonesia.

Namun perubahan politik dunia juga mempengaruhi sistem ekonomi, seperti halnya yang dialami Uni Soviet pada masa pemerintahan Boris Yeltsin, kehancuran komunisme juga mempengaruhi sistem ekonomi soviet, dari sistem ekonomi terpusat (komando) mulai beralih ke arah ekonomi liberal dan mengalami berbagai perubahan positif.

Kamis, 27 Oktober 2011

Pengertian Data Cross Section dan Perbedaannya dengan Data Time Series

Cross-sectional data atau cross section (dari sebuah populasi penelitian ) dalam statistik dan ekonometri adalah jenis satu dimensi kumpulan data . Cross-sectional data mengacu pada data yang dikumpulkan dengan mengamati banyak hal (seperti perorangan, perusahaan atau negara / wilayah) pada titik yang sama waktu, atau tanpa memperhatikan perbedaan waktu. Analisis data cross-sectional biasanya terdiri dari membandingkan perbedaan antara subyek.

Sebagai contoh, kita ingin mengukur tingkat obesitas saat ini dalam suatu populasi. Kita bisa mengambil sampel dari 1.000 orang secara acak dari populasi (juga dikenal sebagai penampang populasi itu), mengukur berat badan dan tinggi, dan menghitung berapa persen dari sampel yang dikategorikan sebagai obesitas. Misalnya, 30% dari sampel kami dikategorikan sebagai obesitas. Sampel cross-sectional memberikan kita gambaran penduduk yang, pada titik satu waktu. Perhatikan bahwa kita tidak tahu didasarkan pada satu sampel cross-sectional jika obesitas meningkat atau menurun, kita hanya dapat menjelaskan proporsi saat ini.

Data Cross Section berbeda dari time series data juga dikenal sebagai data longitudinal , yang mengikuti subjek berubah satu selama waktu. varian lain, data panel (atau time-series cross-sectional (TSC) data), menggabungkan keduanya dan melihat beberapa mata pelajaran dan bagaimana mereka berubah selama perjalanan waktu. Analisis Panel menggunakan data panel untuk memeriksa perubahan variabel dari waktu ke waktu dan perbedaan dalam variabel antara subjek.

Dalam penampang bergulir-, baik keberadaan individu dalam sampel dan waktu di mana individu termasuk dalam sampel ditentukan secara acak. Misalnya, sebuah jajak pendapat politik dapat memutuskan untuk mewawancarai 100.000 individu. Hal pertama memilih orang-orang ini secara acak dari seluruh penduduk. Kemudian menetapkan tanggal acak untuk setiap individu. Ini adalah tanggal acak di mana individu yang akan diwawancarai, dan dengan demikian termasuk dalam survei.

Rabu, 26 Oktober 2011

Pengertian dan Contoh Analisis Regresi dengan Variabel Dummy

Bagi mahasiswa ekonomi, akan sering menjumpai teknkik analisis regresi, salah satunya adalah analisis regresi dengan variabel dummy. Regresi Linier tidak hanya terbatas digunakan untuk memodelkan hubungan dimana variabel bebas (X) bertipe data interval atau rasio saja. Regresi linier juga memungkinkan bila digunakan untuk melakukan analisis data bila variabel bebasnya (X) bertipe data nominal. Teknik semacam ini dikenal dengan nama regresi variabel dummy.
Contoh kasus:
Seorang peneliti tertarik untuk memprediksi laba 2 macam perusahaan (swasta asing dan swasta nasional) bila ditinjau dari besarnya biaya iklan yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membuat iklan mengenai produknya. (Untuk perusahaan swasta asing, laba yang diamati adalah laba yang diperoleh dari hasil penjualan produknya di wilayah Indonesia saja.)


Kasus semacam ini dapat diselesaikan dengan metode regresi menggunakan variabel dummy. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah teknik menyusun variabel dummy dalam analisis regresinya.
Dari contoh kasus di atas, variabel respon (Y) adalah Laba perusahaan, variabel bebas (X) adalah biaya iklan, sedangkan variabel dummy-nya adalah tipe perusahaan, yaitu swasta asing dan swasta nasonal. Kita sebut terdapat 2 tipe/kategori perusahaan.
Untuk menyusun variabel dummy-nya, maka kita perlu menentukan terlebih dahulu banyaknya variabel dummy yang digunakan. Banyaknya variabel dummy yang digunakan adalah sebanyak kategori dikurangi satu.
Rumus: banyaknya var dummy = banyaknya kategori – 1.
Dalam kasus kita di atas, maka banyaknya variabel dummy adalah = 2-1 = 1 buah.
Misalkan jika perusahaan swasta asing dilambangkan dengan angka 1, sedangkan swasta nasional 0,
maka kita dapat menyusun tabel datanya sebagai berikut:




Kolom ‘tipe’ merupakan variabel dummy.
Perhatikan bahwa pengamatan ke-1 didapat dari perusahaan swasta asing, sedangkan pengamatan yang ke-2 didapat dari swasta nasional.
Nah, dari sini Anda sudah dapat melakukan analisis regresi menggunakan variabel dummy berdasarkan model regresi:
Laba = b0 + b1*Iklan + b2*tipe + error.


Jika koefisien b2 signifikan secara statistika, maka ini adalah bukti
bahwa rata-rata laba perusahaan swasta asing yang melakukan pembiayaan iklan untuk produknya berbeda secara nyata dengan perusahaan swasta nasional yang juga melakukan pembiayaan untuk membuat iklan.

Selasa, 25 Oktober 2011

Indonesia, Jangan lengah

Indonesia diharapkan tidak lengah menghadapi dampak negatif gejolak ekonomi global yang masih terus berlangsung meski pertumbuhan ekonomi nasional pada 2011 positif.

Indonesia dalam terpaan krisi ekonomi
Berbagai upaya, seperti menjaga konsumsi domestik, meningkatkan ekspor dan investasi, serta memperbaiki kondisi infrastruktur,harus dilakukan ”Ketidakpastian ekonomi masih terus membayangi hampir semua kawasan, tidak terkecuali Asia seperti China, India dan Indonesia. Karena itu semua negara termasuk yang sedang berkembang harus berupaya keluar dari ketidakpastian itu,”ujar guru besar ekonomi Stern School of Business, New York Univesity, AmerikaSerikat (AS), Prof Dr Nouriel Roubini, saat ceramah ekonomi di Gedung BKPM,Jakarta,kemarin. 

Acara bertajuk Global Economic Challenges and Its Impact on Indonesia itu juga diikuti Menteri Perdagangan Gita Wirjawan sebagai pembicara, dan sejumlah pemrasaran dari kalangan ekonom seperti Emil Salim,Aviliani, Mirza Adityaswara, dan Fauzi Ichsan. Roubini menuturkan,hingga kini dampak ketidakpastian global belum menunjukkan pengaruh langsung terhadap ekonomi nasional karena Indonesia didukung kekuatan pasar domestik. 

Rasio utang terhadap produk domestic bruto (PDB) di tahun 2011 masih sehat yaitu sebesar 25,2%, lebih rendah dibanding dengan, rasio tahun 2009 dan 2010, masing-masing 28,6% dan 27,4%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini masih tetap positif, bahkan cenderung meningkat. 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2011 diprediksi mencapai 6,2%, naik dari tahun 2009 sebesar 4,5% dan 2010 sebesar 6,1% . Dalam pidato hampir satu jam,Roubini juga mengatakan, ketidakpastian ekonomi akibat krisis Eropa dan AS sudah mulai terlihat, tetapi dampaknya belum terasa besar pada sektor korporasi milik negara (BUMN) maupun swasta. 

Meski begitu, perlu diantisipasi, dalam jangka panjang jika krisis Eropa dan AS tidak segera dicarikan solusinya, akan memengaruhi investasi, menyulitkan permodalan perusahaan, dan akhirnya berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi. ”Sebaliknya, keputusan yang positif bagi pasar Eropa dan AS akan berpotensi menggerakkan ekonomi negara berkembang di sektor manufaktur, perdagangan, jasa teknologi informasi, termasuk mendorong investasi asing langsung,”kata Roubini. 

Penting: Penguatan Ekonomi Domestik
Pendiri perusahaan konsultan ekonomi terkemuka di AS, Roubini Global Economics, ini memuji ekonomi Indonesia yang masih cukup bagus menghadapi krisis. Selain karena ditopang konsumsi domestik yang besar, ekonomi Indonesia juga ditopang peningkatan pasar ekspor nasional. ”Indonesia dan India merupakan dua negara yang cukup eksis karena sebesar50–60% perekonomiannya ditopang konsumsi masyarakat. Ini bisa menjadi ukuran ketahanan ekonomi suatu negara,” tegasnya. 

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menuturkan, meskipun konsumsi dalam negeri cukup besar, dibutuhkan kebijakan agar mampu menjaga laju pertumbuhan ekspor. ”Yang pasti dalam kondisi seperti sekarang ini kita harus memperkuat pasar domestik dan menjaga pasar ekspor agar tidak tergerus,”kata Gita. Dia memastikan krisis yang saat ini terjadi belum memengaruhi pasar ekspor. 

Target ekspor 2011 masih sebesar USD200 miliar meski tidak mudah memenuhi target angka itu. ”Ini (krisis ekonomi) harus dijadikan peluang untuk membuka pasar ekspor ke negara lain. Pusat perdagangan dunia segera beralih ke pasar Asia. Dengan peningkatan kompetisi, kita bisa menjadikan seluruh produk, terutama berbasis hayati, memenangkan persaingan di pasar global,” ujarnya. 

Dia menuturkan, sumber daya manusia dan infrastruktur merupakan kunci pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Infrastruktur perlu diperbaiki, sehingga bisa menekan biaya logistik. ”Karena jika biayanya tinggi, maka akan membuahkan tekanan terhadap inflasi,” ujarnya. Menteri Perindustrian,MS Hidayat,menambahkan,infrastruktur merupakan kelemahan utama Indonesia. 

Selain itu, ke depan Indonesia harus menekan ekspor barang, khususnya yang berpotensi memiliki nilai tambah tinggi. ”Jadi jangan ekspor mentah terus,”ucap Hidayat. Mantan Ketua Umum Kadin Indonesia ini juga mengingatkan pelaku usaha di Indonesia agar mewaspadai perang dagang yang saat ini mulai terjadi dengan meningkatkan kualitas produk sehingga bisa lebih kompetitif. ”Dia (Nouriel) melihat China sedang mengalami masalah competitiveness. Kita bisa ambil peluang itu,”tandasnya. 

Pengamat ekonomi Ikhsan Modjo mengatakan, perekonomian Asia dan Indonesia akan terkena dampak tidak langsung dari ketidakpastian global.Dampak itu bisa terjadi melalui mekanisme keuangan dan perdagangan. Khusus transmisi melalui mekanisme keuangan,Asia dan Indonesia sesungguhnya sudah merasakan dampak ketidakpastian AS dan Eropa dengan adanya tekanan terhadap bursa saham dan nilai tukar. ”Akan tetapi reaksi berupa realokasi portofolio ini hanya bersifat sementara,” katanya. 

Adapun melalui mekanisme perdagangan, pelemahan ekonomi AS dan Uni Eropa akan mengurangi penyerapan ekspor. Imbas selanjutnya, perlambatan ekspor akan menyebabkan melemahnya pertumbuhan ekonomi domestik. Namun, dampak dari sisi perdagangan ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Indonesia tidak terlalu bergantung terhadap ekspor dibandingkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. 

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi sebelumnya mengatakan, krisis yang terjadi saat ini akan lebih berat dibandingkan 2008. Krisis kali ini dialami negara, sedangkan pada 2008 terjadi pada sektor keuangan. Indonesia dipastikan terkena imbas di sisi permintaan pasar ekspor, terutama dari Eropa.Menurutnya solusi yang paling ampuh dari krisis saat ini dan ke depannya adalah menguasai pasar dalam negeri.

Sumber: sindo

Sabtu, 15 Oktober 2011

Materi Ekonometrika

Berikut ini adalah materi-materi terkait ekonometrika yang di bagikan Secara gratis. Silahkan Download


Materi Basic Ekonometrika

  1. multicolinieritas[multicolinieritas1.pdf ]
  2. heteroscedastisity [heteroscedastisity1.pdf ]
  3. Otokorelasi:[autocorelasi1.pdf ]

Materi Intermediate Ekonometrika

  1. Pengantar Ekonmetrika Time Series
  2. ARIMA, ARCH, GARCH
  3. Persamaan Simultan
  4. VAR & ECM
  5. Regresi Non Linier
  6. Struktur Data Panel: (1a).struktur model panel-1a , (1b).struktur model panel-1b dan (2). struktur model panel-2

Senin, 10 Oktober 2011

PDRB Kabupaten Se-Madura 2002-2009

Data PDRB Kabupaten Se-Madura (Bangkalan, Sampang, pamekasan, Sumenep) Tahun 2002-2009


Kabupaten

Tahun

PDRB KONSTAN 2000

BANGKALAN

2002

2459236

2003

2553365

2004

2671287

2005

2799870

2006

2927912

2007

3075868

2008

3216883

2009

3361683

SAMPANG

2002

1980804

2003

2036786

2004

2125323

2005

2211672

2006

2313634

2007

2413800

2008

2526612

2009

2633014

PAMEKASAN

2002

1490826

2003

1553362

2004

1618726

2005

1686622

2006

1764986

2007

1841750

2008

1936446

2009

2034608

SUMENEP

2002

4185029

2003

4350736

2004

4508058

2005

4376944

2006

4555432

2007

4765087

2008

4960417

2009

5162369