Tampilkan postingan dengan label bangkalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bangkalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2011

Warung Amboina, Selera Madura

Susasan Di dalam Warung
Menu Andalan

Warung AMBOINA

Para penikmat kuliner Madura, saat ini kita akan membicarakan sebuah warung makan yang "terkenal" di Bangkalan selain Warung Bebek Sinjay. Nama warung ini "Amboina", entah kenapa namanya seperti itu namun yang jelas menu yang ditawarkan "Nyaman Onggu" :-). Dengan harga yang relatif murah dan lokasi yang cukup mudah diakses "Warung Amboina" wajib anda kunjungi.

bagian luar
Lokasi Warung Amboina sendiri terletak di sebelah utara masjid agung Bangkalan kurang lebih 20 meter sebelum lampu merah. Menu andalannya Nasi Petis dan Nasi Campur selain itu ada Nasi Rawon dan Soto.

Sabtu, 12 November 2011

Profil Kabupaten Bangkalan



KEADAAN GEOGRAFI

Kabupaten Bangkalan dengan luas wilayah 1.260,14 km2 yang berada dibagian paling barat dari Pulau Madura terletak diantara koordinat 1120 40’06” - 1130 08’04” Bujur Timur serta 60 51’39” - 70 11’39” Lintang Selatan. Adapun batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut :

-          Sebelah Utara berbatasan dengan laut Jawa.

-          Sebelah Timur berbatasan dengan Wilayah Kabupaten Sampang.

-          Sebelah Selatan dan Barat berbatasan dengan Selat Madura.

Dilihat dari Topografi, maka daerah Kabupaten Bangkalan berada pada ketinggian 2 – 100 m diatas permukaan air laut. Wilayah yang terletak di pesisir pantai, seperti kecamatan Sepulu, Bangkalan, Socah, Kamal, Modung, Kwanyar, Arosbaya, Klampis, Tanjung Bumi, Labang dan Kecamatan Burneh mempunyai ketinggian antara 2 – 10 m diatas permukaaan air laut. Sedangkan wilayah yang terletak dibagian tengah mempunyai ketinggian antara 19 sampai dengan 100 m diatas permukaan air laut, tertinggi adalah kecamatan Geger dengan ketinggian 100 m DPL.



LAMBANG DAERAH
Lambang Kabupaten Bangkalan

      Lambang daerah kabupaten bangkalan ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 1971. Lambang Daerah melukiskan suatu keadaan Daerah Kabupaten Bangkalan sebagai salah satu daerah di Pulau Madura yang mempunyai ciri-ciri khas tersendiri adalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adapun arti dari bagian-bagian lambang terdiri dari :



PERISAI

Bentuk bunga teratai bersudut lima sebagai lambang kesetiaan penuh kepada Pancasila dan sifat kesatriaan, keagungan. Persaudaraan dan religious dari masyarakat Kabupaten Bangkalan.

BINTANG KUNING EMAS

Sebagai lambang segala langkah perjuangan masyarakat selalu dipedomani kepercayaan yang mendalam kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.



SENJATA PENGGALAN DAN SENJATA CAKRA

Sebagai lambang jiwa kepahlawanan dalam menentang penjajah dahulu selalu diwarisi oleh generasi-generasi selanjutnya dalam mempertahankan tegaknya Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45



LAUTAN

Sebagai tanda bahwa kabupaten Bangkalan sebagai bagian dari Pulau Madura yang dibatasi oleh lautan dan dari tiga arah, sebagai lambang dari kearifan dan kebijaksanaan yang dalam, serta kelapangan dada dalam menyelesaikan tugas dan kewajiban



PANAH, ANAK PANAH DAN BUSURNYA

Sebagai lambang kemauan yang keras dalam perjuangan menuju masyarakat adil dan makmur sesuai dengan tujuan Proklamasi 17 Agustus 1945



API KONANG

Sebagai lambang semangat yang tidak kunjung padam dari rakyat Kabupaten Bangkalan, dikenal sebagai daerah yang aktif membentuk suksesnya pembinaan persaudaraan dengan bangsa-bangsa lain di dunia dengan melalui forum olah raga (GANEFO)



UNTAIAN BUNGA KAPAS

Untaian bunga kapas sebanyak 17 (Tujuh Belas) butir melambangkan kemakmuran di bidang sandang dan untaian padi, sebanyak 45 (Empat Puluh Lima) butir melambangkan kemakmuran dibidang pangan.



SESANTI CIPTA INDRA CAKTI DHARMA

Yang berarti bahwa segala karya dari manusia hanya dapat terwujud dengan baik apabila mendapat ridho dari Tuhan yang Maha Esa.

Jumat, 11 November 2011

Bangkalan Tempo Doloe

Berikut Foto-foto Bangkalan dahulu, maaf karena kami tidak menguasai bahasa belanda maka kami menggunakan terjemahan hasil bantuan google translate. 


Bank Madura pada Alan, ulang tahun pertama dari Batalyon Keamanan Madura dirayakan secara meriah. Batalyon ini menjaga perdamaian di seluruh Madura sedemikian rupa, yang baru-baru jam malam dicabut. Pada peringatan ini, pihak berwenang militer dan sipil yang hadir. Para Wali Negara Madura, P.A.A. Cakraningrat, berbicara kepada Batalyon.
(1946-1950)

Sumber: disini

Madura. Pada tanggal 15 Juni, di pulau Madura untuk Bangkalan tersebut Inf 1. Batalyon keamanan resmi dipasang di hadapan penguasa militer banyak. Para Wali Negara Madura, Mr R.A.A. Tjakra ningrat dalam sambutannya. Mayor Jenderal hak Kej. Staf. W.J.K. Baay, Komandan Teritorial Jawa Timur. Kiri pembicara Recomba Jawa Timur, Ch.O. Tuhan v.d. Danau dan Komandan batalion baru.
{1946-1950}
sumber: disini

Bangkalan. Para Recomba Jawa Timur, Dr O.o. van der Plas, saat konferensi pers di rumah dari ningrat Tjakra Residen, setelah peristiwa terakhir di Madura. 
{1946-1950}
sumber: disini

Madura. Setelah pembebasan Madura mendaftar relawan untuk jajaran pasukan Belanda untuk memperkuat. Para aloon-aloon dari Tjakra Bangkalan Sans Bari diinisiasi ke dalam rahasia dari bor senapan
{1946-1950}
sumber: disini

Mr dan Mrs Wiranatakusuma memberi resepsi di Hotel Homan. untuk merayakanpembukaan Konferensi Federal di Bandung resepsi. Dalam v.l.n.r. depan: Dr. Mansur (WaliNegara Sumatera Timur) R.A.A. Cakraningrat (Wali Negara Madura) dan R.A.A.Wiranatakusuma (Wali Negara Pasundan)
1948-05
sumber: disini

Bank Madura pada Alan, ulang tahun pertama dari Batalyon Keamanan Madura dirayakan secara meriah. Batalyon ini menjaga perdamaian di seluruh Madura sedemikian rupa, yang baru-baru jam malam dicabut. Pada peringatan ini, pihak berwenang militer dan sipil yang hadir. Para Wali Negara Madura, P.A.A. Cakraningrat, Teritorial Panglima Angkatan juga Jawa Timur, Mayor Jenderal Staf yang WJK Umum Baay dan Inspektur Polisi dan Keamanan, Kolonel HJ de Vries, memeriksa pasukan ditarik aloon-aloon.
{1946-1950}
sumber: disini



Pelabuhan Kamal

Welcome Bangkalan

Pelabuhan Kamal

Mercusuar di Socah 

Stasiun Kamal

Tambahan Koleksi Bangkalan Jadul / Tempo Doloe dari http://koleksikertasdjadoel.blogspot.com/2010/09/foto-bangkalan-madoera-djadoel.html




Senin, 26 September 2011

Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) Bangun Wisata Pesisir

Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) menyiapkan lahan seluas 15,9 hektar. Lahan tersebut akan diperuntukkan untuk pembangunan kawasan wisata pesisir, yang berdasarkan rencana akan diletakkan di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan.

Humas BPWS Faisal Yasir, menyatakan, konsep wisata pesisir akan dibangun berdekatan dengan kawasan kaki jembatan Suramadu sisi Pulau Madura. Diperkirakan, kawasan wisata air seluas puluhan hektar tersebut, diprediksi akan dibangun pada tahun 2012 mendatang.

“Tujuan dari pembangunan wisata air tersebut, khususnya dalam rangka memicu pertumbuhan ekonomi di Pulau Madura,” katanya.

Faisal menjelaskan, dengan dibangunnya kawasan wisata pesisir tersebut, diharapkan bisa dapat menarik investor, khususnya di kaki jembatan Suramadu sisi Pulau Madura. Di sisi lain, sebagai gerbang penerima barang dari Pulau Jawa (Surabaya) menuju Madura.

Pembangunan kawasan wisata pesisir, menurutnya, juga dapat mendorong pengembangan sektor pariwisata kabupaten Bangkalan. Nantinya, berbagai fasilitas akan dibangun di kawasan tersebut, seperti arena untuk karapan sapi, cagar budaya, museum, masjid sejarah, kuburan tua, pasar seni dan oleh-oleh/kerajinan serta gedung serbaguna.

“Saat ini, kami sudah menyiapkan studi AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan) atas proyek tersebut,” ungkap Faisal.

Selain rencana pembangunan kawasan wisata pesisir. Faizal menambahkan, pihaknya juga akan membangun ruang terbuka hijau (RTH). Kawasan tersebut, rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 4,8 hektar, yang kemungkinan akan ditempatkan di lokasi yang sama.

“Jadi akan ada lahan seluas 20,7 hektare, untuk dua kawasan tersebut. yang dalam waktu dekat akan segera dibangun,” urainya.

sumber: okezone

Senin, 19 September 2011

Calon Haji Bangkalan Jadi Kloter Pertama Jatim

Surabaya - Calon haji (Calhaj) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur menjadi kelompok terbang (kloter) pertama yang masuk Asrama Haji Embarkasi Surabaya
(AHES) pada 1 Oktober dan berangkat ke Tanah Suci pada 2 Oktober.

"Calhaj Bangkalan yang berjumlah 862 orang terbagi dalam dua kloter," kata Kabid Dokumentasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Hj Hikmah Rahman kepada ANTARA di Surabaya, Minggu.

Namun, katanya, calhaj sebanyak itu akhirnya terpisah menjadi kloter pertama yang diisi calhaj Bangkalan sebanyak 445 orang dan kloter kedua digabung antara calhaj Bangkalan dengan calhaj Surabaya.

Didampingi staf Siskohat PPIH Embarkasi Surabaya Edy Susilo, ia menjelaskan hasil qur'ah (undian) urutan daerah mencatat urutan keresidenan adalah Keresidenan Madura, Besuki, Kediri, Surabaya, Bojonegoro, Malang, dan Madiun.

"Hasil itulah yang dijadikan dasar untuk menentukan urutan daerah dan kloter. Urutan di Keresidenan Madura adalah Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, sedangkan urutan daerah di Keresidenan Jember adalah Jember, Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso," katanya.

Untuk urutan daerah di Keresidenan Kediri adalah Kediri, Kota Kediri, Nganjuk, Blitar, Kota Blitar, Trenggalek, dan Tulungagung, sedangkan urutan daerah di Keresidenan Surabaya adalah Jombang, Mojokerto, Kota Mojokerto, Gresik, dan Sidoarjo.

Untuk urutan daerah di Keresidenan Bojonegoro adalah Tuban, Lamongan, Bojonegoro, kemudian urutan di Keresidenan Malang adalah Lumajang, Probolinggo, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Pasuruan, Kota Malang, Malang, dan Kota Batu, sedangkan urutan di Keresidenan Madiun adalah Magetan, Pacitan, Ponorogo, Kota Madiun, Ngawi, dan Madiun.

Sumber: antarajatim

Jumat, 16 September 2011

Kapasitas West Madura Meningkat




















PT Pertamina Hulu Energi (PHE) West Madura Offshore (WMO) berhasil meningkatkan kapasitas produksi minyak dan gas dari 13.000 menjadi 20.000 barel per hari. Sumur pertama yang dibor COSL Seeker di KE 38, sudah menembus zona minyak.

"Paling lambat pekan ini sudah mulai menghasilkan tambahan minyak. Setelah itu baru dilanjutkan pengeboran sumur baru lain," kata Senior Executive VP and General Manager PT PHE WMO Imron Asjhari di Surabaya, Kamis (15/9/2011).


Dia menambahkan, rig pertama tersebut dikontrak dua tahun untuk mengebor 20 sumur baru. Rig kedua juga dikontrak 2 tahun dan akan datang akhir Oktober atau awal November 2011 untuk mengebor 20 sumur baru.

"Kegiatan pengeboran dan pencarian cadangan minyak baru di wilayah West Madura Offshore akan terus dikebut," kata Imron.

Guna meningkatkan kapasitas produksi minyak dan gas di blok migas yang dikelola PT PHE WMO, perusahaan ini mulai mengebor sumur baru sejak Agustus lalu. Sampai akhir tahun 2011 direncanakan nilai investasi mencapai 300 juta dollar Amerika Serikat atau Rp 2,5 triliun.

Lima sumur pengembangan baru di KE 38 dan dua sumur eksplorasi di utara lepas pantai utara Kabupaten Bangkalan akan di bor tahun ini. Kelima sumur pengembangan migas yang bakal dibor adalah KE38-A15, A16, A17, A21, dan A22.

PT PHE WMO akan mendatangkan rig ketiga dan pemasangan 4 platform atau anjungan baru pada pertengahan tahun 2012. Langkah tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak di wilayah operasi PT PHE WMO menjadi sekitar 30.000 barel perhari dan produksi gas 170 mmscfd atau million standard cubic feet per day akhir tahun 2012.

"Produksi minyak dan gas dari blok West Madura Offshore harus terus ditingkatkan agar mampu memenuhi target yang dibebankan BP Migas, sehingga bisa meningkatkan ketersediaan gas bagi industri di Jatim," ujarnya.

sumber: Kompas

Kamis, 18 Agustus 2011

Bus Akas di Bakar Massa Setelah Tabrak Mati Pengendara Sepeda Motor

Socah. Kemarin (17/08/2011) Sebuah Bus Akas dengan nopol N-7069-UK, dibakar massa setelah menabrak sepeda motor dan menyebabkan pengendara tewas di tempat kejadian. Menurut pengakuan beberapa saksi di tempat kejadian, kecelakaan bermula saat korban Syarifuddin (25) warga Desa Buluh, Kecamatan Socah hendak menyebrang (dari arah timur ke barat) di jalan raya kamal-bangkalan, tanpa melihat kondisi jalan. Dan saat bersamaan melaju bus akas yang dikendarai Tarip, warga Probolinggo, yang ketika itu melaju ke arah selatan.
Akibatnya Kendaraan korban di seruduk dan terpelanting ke badan jalan bahkan korban sempat terseret beberapa meter ke dan tewas di tempat kejadian.
Pada saat kejadian, suasana jalan agak ramai (menjelang waktu berbuka puasa), warga setempat yang melihat kecelakaan tersebut lantas mendorong bus dan mengeluarkan jenazah korban. Setelah berhasil mengeluarkan korban, tanpa dikomando massa yang marah kemudian membakar bus akas tersebut. Beruntung penumpang dan supir yang sebelumnya mendengar teriakan "bakar" telah keluar dari bus tersebut. Untuk memadamkan kobaran api, pihak berwajib mengerahkan dua mobil pemadam kebakaran dari Lanal Batuporan dan Pemkab, Bangkalan.
Setelah kejadian Polsek Socah,Kabupaten Bangkalan mengamankan Tarip (sopir bus akas). Sementara itu jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Syarifah Ambami Rato Ebu (RSA) untuk diotopsi demi kepentingan penyidikan.

Rabu, 25 Mei 2011

Bedah Novel dan Pelatihan Penulisan Cerpen with Teater Suneidesis

Liputan Madura. sebuah novel baru yang berjudul 'Tarian di ranjang kiai' yang terbit bulan april lalu akan dibedah di kampus Universitas Trunojoyo Madura.
novel yang ditulis oleh Yan zavin aundjand ini cukup unik,karena novel ini menggunakan setting sampang dan bangkalan, serta cerita dalam novel adalah true story.
Maka saksikan dan Hadirilah langung bedah novel ini.


Acara : Bedah novel "Tarian di Ranjang Kiai" dan pelatihan penulisan cerpen
Tgl : 29 mei 2011
Pukul : 07.30 - selesai
tempat : Gedung Student Center (GSC) Univ. Trunojoyo Madura


Pendaftaran: Rp. 10.000
fasilitas: Sertifikat, snack, softdrink, cerpen dari peserta penulisan cerpen akan di bukukan/antologi bersama.

CP : 087750515705 (sendy)
: 083853094024 (giyek)

so, jangan lupa hadir dan ikuti acaranya........
sekali dayung dua pulau terlampaui.......
sakali hadir dapat 2 ilmu sekaligus........

Sumber: Humas Panitia

Kamis, 19 Mei 2011

Prestasi anak - anak Laut utara Sumenep

Liputan-Madura.Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Masalembu merupakan satu-satunya SMA Negeri yang berada dipaling utara Kabupaten Sumenep dan terletak ditengah-tengah Laut Jawa itu, ternyata murid-muridnya mempunyai beberapa keunggulan dan potensi besar diberbagai aspek yang tak kalah dengan murid-murid SMA di kawasan daratan Kabupaten Sumenep.

Di bidang olahraga, siswa SMA Negeri 1 Masalembu berhasil mewakili Kabupaten Sumenep pada ajang pertandingan Sepak Takraw pada event Kejuaraan Daerah (Kejurda) antar pelajar se Jawa Timur yang berlangsung Maret 2011 di Surabaya, dan menggondol sebagai Juara III.

Kepala SMA Negeri 1 Masalembu, Abu Amin Dasuki, S.Pd kepada News Room mengatakan, semua potensi dan talenta di berbagai aspek, memang sedang giat-giatnya dikembangkan di sekolah yang dipimpinnya. Dan khusus olahraga Sepak Takraw, memang sudah menjadi langganan untuk mewakili Kabupaten Sumenep diberbagai kejuaraan.

Menurut Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (SPTI) Cabang Sumenep, H. Rusdi, organisasi yang dipimpinnya memang menaruh perhatian besar terhadap perkembangan Sepak Takraw di Kecamatan Masalembu.

Selain itu, pengembangan kegiatan olahraga di SMA Negeri 1 Masalembu tidak hanya pada cabang Sepak Takraw saja, akan tetapi juga pada cabang olahraga lainnya, seperti Sepak Bola, Bola Volly, Renang, Atletik, dan Karate-do yang secara rutin melaksanakan latihan.

Sedangkan pada bidang pengembangan saint dan keilmuan, siswa-siswi SMA Negeri 1 Masalembu pada tanggal 10 – 11 Mei 2011 juga ikut berpartisipasi mengadu kemampuan intelegensi dan nalar bersama muris-murid terbaik se Kabupten Sumenep dengan mengikuti Olympiade Saint Nasional (OSN) tingkat Kabupaten Sumenep.

Dan pada tahun pelajaran 2010/2011 ini, yakni pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) SMA sederajat, SMA Negeri 1 Masalembu berhasil lulus 100 persen. Ini merupakan capaian yang bukan instant, tapi memang sudah dirancang dengan strategi yang matang melalui berbagai program intensifikasi kegiatan belajar mengajar, penambahan bimbingan khusus (binsus), try out yang bekerjasama dengan LBB Jogjakarta, hingga kegiatan spiritual berupa istighotsah dan hataman Al-Qur’an bersama.

Untuk bidang pengembangan seni dan budaya, SMA Negeri 1 Masalembu juga sangat respek memperhatikan dan mengembangkannya. Melalui kegiatan pengembangan seni teater, seni lukis, seni tari, dan seni musik. Sebagai puncak dari apresiasi pada kesenian tersebut, menyalurkan pada kegiatan Kirab Budaya Nasional, yang secara rutin dilaksanakan pada kegiatan ulangan semester atau ditampilkan pada kegiatan sakral, yaitu pada prosesi pelepasan purna belajar siswa kelas XII.

Khusus untuk pengembangan guru-guru kesenian, SMA Negeri 1 Masalembu juga ikut aktif bergabung dengan komunitas guru-guru seni terbaik se Kabupaten Sumenep yang tergabung dalam Handayani Art Center (HAC).

Dari semua potensi tersebut, dilaksanakan pada kegiatan intra kulikuler dan dimatangkan pada kegiatan ekstra kulikuler secara terencana, disiplin dan teratur. Namun, pada hal-hal yang bersifat daya dukung sarana dan prasarana masih belum memadai.

Untuk itu, perlu dukungan beberapa pihak, utamanya instansi terkait untuk lebih merespons lagi terhadap pengembangan semua potensi siswa SMA Negeri 1 Masalembu, saat percakapan dengan News Room sekitar pengembangan potensi sekolah yang dipimpinnya.


Sumber: www.sumenep.go.id

Masyarakat minta celurit di legalkan

Liputan-Madura.BANGKALAN - Puluhan anggota Persatuan Pemuda Peduli Budaya dan Hukum (P3 Bakum) nglurug Mapolres Bangkalan siang kemarin (18/5). Massa yang datang sekitar pukul 11.00 itu berjalan dari arah Stadion Gelora Bangkalan menuju ke mapolres dengan tujuan bertemu dengan Kapolres Bangkalan AKBP Kasero Manggolo.

Mereka menyebarkan selebaran yang berisi sekitar 5 tuntutan. Di antaranya, penegakan supremasi hukum tanpa tebang pilih, menghormati kearifan lokal budaya Madura, dan penegakan hukum yang berdasar asas keadilan. Selain itu, menindak oknum penegak hukum yang hanya melaporkan dan memfasilitasi kepentingan kelompok elite serta menciptakan suasana aman dan nyaman bagi rakyat kecil dari intimidasi dan teror.

Demonstran juga menginginkan celurit yang merupakan senjata khas Madura dilepaskan dari UU Darurat No 12/1951 yang mengatur penggunaan dan kepemilikan senjata tajam. ’’Sesuatu upaya yang dilakukan untuk mengganggu dan merusak budaya Madura, khususnya Bangkalan, adalah suatu penghinaan dan kami siap mempertahankannya,’’ ujar Mat Talha, Korlap aksi.
Massa yang hendak masuk ke mapolres dihadang aparat kepolisian yang berjaga sejak aksi berlangsung. AKBP Kasero Manggolo akhirnya menemui para demonstran dan mengajak lima wakil pedemo berdiskusi di dalam kantor. ’’Sudah menjadi tradisi membawa celurit dalam setiap aktivitas masyarakat. Itu bukan sebuah tindakan melanggar hukum,’’ papar salah seorang orator.
Namun, pihak kepolisian menyatakan tidak bisa mengabulkan tuntutan massa terkait pelegalan celurit. ’’Jika senjata tajam dan celurit digunakan bukan pada kapasitasnya, itu melanggar hukum,’’ ujar Kasero. Selain itu, Kasero mengatakan bahwa demo yang dilakukan P3 Bakum adalah sesuatu yang tidak relevan. ’’Kenyataannya, 90 persen penganiayaan dilakukan karena kepemilikan sajam,’’ imbuhnya.


sumber:Radar jogja

Memprihatinkan: jalan Provinsi di Tambal Sulam

Liputan-Madura.Langkah Pemprov Jatim meningkatkan jalan provinsi di sepanjang jalur Madura benar-benar mengecewakan. Dalam perbaikan jalan yang rusak parah mulai Bangkalan hingga Sumenep itu ternyata hanya ditambalsulam.

Pantauan Surabaya Post di lapangan, kondisi ruas jalan propinsi melintas di Pulau Garam ini benar-benar memprihatinkan. Seperti jalur menghubungkan Bangkalan – Sampang yang banyak diwarnai lubang serta bergelombang.

Secara rinci, jalan yang mengalami rusak berat jalur Sampang – Kec. Ketapang (2,77 km), lalu jalur Sumenep - Pantai Lumbang (4,22 km). Sedangkan ruas jalan yang masuk katagori rusak, di ruas Bangkalan- Batas Sampang 8,78 km, Kec. Ketapang Sampang - Batas Pamekasan mencapai 10,25 km dan jalur Sampang-Ketapang panjangnya yakni 23,65 km. Kata lain, jalan provinsi yang rusak mencapai panjang sekitar 50 km.

Karena kondisi jalan itu maka para pengemudi harus berhati-hati saat melintas di sana. Kenyamanan berkendaraan tidak hanya terganggu, juga keselamatan mereka terancam dengan banyaknya jalan berlubang mencapai diameter 10 meter – 20 meter.

Ironis lagi, perbaikan tambal sulam itu juga tak berjalan maksimal. Terbukti di lapangan jarang terlihat petugas yang melakukan perbaikan di sejumlah titik ruas jalan yang rusak. “Sudah banyak pengendara yang menjadi korban jalan rusak ini. Paling banyak pengedara sepeda motor yang jatuh karena terperosok lubang,” kata petugas Polres Sampang, Kamis (19/5) pagi tadi.

Ditambahkan, terkait kondisi jalan yang rusak parah mengancam keselamatan pengendara ini pihak Polres pernah berkirim surat ke Pemprov Jatim. Pihaknya berharap jalan provinsi yang rusak parah ini segera mendapat perhatian,--diperbaiki. “Sayangnya, perbaikan masih bersifat tambal sulam. Padahal kalai melihat kondisinya, semestinya perbaikan dilakukan menyeluruh, bukan sekadar menutup lubang-lubang saja,” tuturnya.

Sementara itu, Gentur Prihantono, Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim ketika dikonformasi tidak menyangkalnya kalau perbaikan jalan di Madura yang dilakukan masih bersifat tambal sulam. Dijelaskan, dalam perbaikanj perbaikan jalan yang masih sebatas tambal sulam, pihaknya menganggarkan dana Rp 35 juta per kilometer.

Jika semua ruas jalan yang rusak di Madura,--mencapai sekitar 50 km, diperbaiki maka akan menghabiskan anggaran Rp 1,7 miliar. “Kita tetap melaksanakan proyek tambal sulam di sejumlah titik ruas jalan yang mengalami kerusakan tersebut. Bahkan saya sejauh ini selalu monitor pelaksanaan perbaikan jalan di lapangan,” katanya.

Gentur berkilah lambannya perbaikan ruas jalan provinsi di Madura disebabkan karena tidak ada pabrik aspal di Madura. Sehingga pihaknya terpaksa melakukan proyek tambal sulam untuk penanganan darurat. “Tambak sulam itu karena darurat dan memang mendesak. Jika dilakukan peningkatan jalan, tentunya masih harus menunggu pelaksanaan tender yang diperkirakan baru di mulai Juni mendatang,” tuturnya.

sumber: surabaya post Online

Biaya Kuliah di Universitas Trunojoyo Madura 2011

Berikut Biaya Kuliah di Universitas Trunojoyo Madura atau lebih dikenal UTM/UNIJOYO.

Senin, 16 Mei 2011

Korban Kecelakaan Bus Pariwisata ternyata 2 orang

Liputan-Madura. Berikut informasi yang kami peroleh dari beritajatim. Dua korban tewas akibat kecelakaan yang menimpa bus rombongan siswa SMPN 5 Bangkalan di Pasuruan adalah Erik Fathoni (15), warga jalan Sedikab, Desa Kemayoran, Bangkalan dan Marcella (15) warga Perum Candra Land Bangkalan.

Diduga, keduanya tewas akibat berbenturan dengan body bus. Sedangkan pasca kejadian, sopir bus pariwisata dengan nopol H 1581 AH, Tumoro, warga Desa Gelang, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai lalai sehingga menyebabkan korban mengalami luka-luka dan tewas.

Kini, Tumoro masih ditahan di Polsek Purwodadi untuk menjalani pemeriksaan. Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com, rombongan siswa ini berangkat ke Malang untuk melakukan rekreasi usai menjalani Unas.

Dari cerita Anistul Maghfiro, salah satu siswa yang selamat, saat kejadian, kondisi di dalam bus cukup mencekam karena semua berteriak histeris saat bus terjun ke jurang. Padahal, sebelumnya sempat sepi karena sebagian siswa tertidur.

Kini, kondisi korban selamat masih dalam keadaan shock dan istirahat di salah satu rumah warga di lokasi kejadian.

Seperti diberitakan, sebuah bus pariwisata bernopol H 1581 AG, yang ditumpangi rombongan siswa dari SMPN 5 Bangkalan, masuk ke jurang di Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Akibat kecelakaan ini, dua siswa tewas, dua luka berat dan lima lainnya luka ringan

Bus Pariwisata SMPN 5 Bangkalan Masuk Sungai, 1 Tewas

Liputan-Madura. Kecelakaan terjadi di kawasan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Sebuah bus pariwisata yang ditumpangi rombongan pelajar SMPN 5 Bangkalan, tergelincir dan masuk ke dalam sungai. Akibat kecelakaan tunggal itu, dari 58 siswa, satu orang meninggal dunia di lokasi dan 7 penumpang lainnya mengalami luka ringan.

"Kejadiannya sekitar pukul 18.00 WIB lebih di Purwodadi, Pasuruan," kata petugas Regional Traffic Management Centre (RTMC) Polda Jatim, Briptu Sandi Sanjaya saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (15/5/2011).

Sebelum kejadian itu, rombongan siswa SMPN 5 Bangkalan dari Malang hendak pulang dengan menumpang bus parwisata nopol H 1581 AG milik PO Santika. Saat melintas di Jalan Purwodadi-Surabaya, cuaca hujan dan jalannya licin. Diduga, pengemudi tidak menguasai kemudinya, sehingga laju bus tergelincir dan masuk ke sungai yang berada di sisi kiri jalan.

"Data sementara, satu orang meninggal dunia dan 7 penumpang lainnya mengalami luka ringan. Korban luka maupun meninggal dunia dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang," tuturnya.

Selain menimbulkan korban jiwa dan luka ringan, kecelakaan itu membuat arus lalu lintas dari arah Malang menuju Surabaya mengalami kemacetan sekitar 2 KM. Bahkan, ekor antrean sampai di Pasar Lawang Malang. Sedangkan dari arah sebaliknya, padat merambat.

"Sekarang masih proses evakuasi dan petugas melakukan pengaturan jalan," jelasnya.

sumber: detik

Kamis, 12 Mei 2011

Perkosa Mantan Pacar, Mahasiswa Ditangkap Polisi

Liputan-Madura. BANGKALAN- Kepolisian resor (Polres) Bangkalan, Madura berhasil menangkap seorang mahasiswa di pertigaan Jalan RE Martadinata, Kelurahan Mlajah, Kecamatan Kota, karena terlibat kasus perkosaan (asusila) pada mantan pacarnya yang berinisial NA.

Identitas tersangka diketahui bernama Afian Al Farisi (20) warga Desa Gunung Sekar, Kecamatan Kota Sampang, Kabupaten Sampang, Madura. Kini, mahasiswa semester II di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Insan Seagung Bangkalan ini meringkuk di balik jeruji besi Mapolres Bangkalan.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Muhammad Kolil, mengatakan, kasus asusila ini bermula ketika korban yang juga tercatat sebagai mahasiswi STIKES Insan Seagung tersebut memutuskan hubungan asmaranya dengan pelaku.

Kemudian pelaku mendatangi korban ke tempat kosnya di Kelurahan Mlajah, untuk mengklarifikasi permasalahan tersebut. “Pelaku datang ke kosnya korban lalu menanyakan kenapa diputusin. Karena jawabannya korban tidak memuaskan pelaku, akhirnya pelaku memaksa korban untuk melakukan hubungan intim,” terang Kolil, Rabu (11/5/2011).

Awalnya korban menolak ajakan tersebut. Namun, pelaku terus memaksa sembari melepaskan baju serta celana korban. Akhirnya, pelaku berhasil memperkosa korban. Puas menyalurkan hasrat birahinya, pelaku meninggalkan korban sendirian di dalam kamarnya.

Korban lalu berteriak minta tolong sambil menangis. Nah, kebetulan ada anggota polisi berpakaian preman di sekitar lokasi tersebut. Kemudian anggota tersebut mengejar pelaku dan berhasil ditangkap.

Menurut Kolil, pihaknya akan menjerat tersangka dengan pasal 285 subsider 293 kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Kini, korban masih menjalani visum untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

 Sementara itu, tersangka Afian tidak setuju jika dirinya dinyatakan telah memerkosa korban. Dia menilai, kata perkosa terlalu kasar jika ditujukan pada dirinya. Sebab, ia melakukan itu (perkosaan) merupakan permintaan terakhir atau kenang-kenangan pada korban. Bahkan tersangka menambahkan, hal tersebut dilakukan agar korban mengurungkan niatnya untuk memutus hubungan asmara mereka.

sumber: okezone

UTM adakan Seminar Nasional "Gender"

Liputan-Madura. Universitas Trunojoyo Madura kembali lagi mengadakan seminar Nasional, kali ini Pusat Kajian Gender Lembaga Pengabdian dan penelitian Masyarakat (LPPM) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Seminar Nasional tersebut akan dilakasnakan di Auditorium UTM hari Kamis 19 Mei 2011 pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut juga Gratis.

BUPATI SE MADURA BENTUK FORUM KOMUNIKASI

Liputan-Madura. Bupati 4 Kabupaten di Madura menggagas untuk membentuk Forum Komunikasi Bupati se Madura. Pelaksanaan deklarasi pembentukan Forum Komunikasi Bupati se Madura dilakukan di ruang VIP Rumah Dinas Bupati Sumenep, Rabu (11/05).

Ditemui seusai pertemuannya, Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, pembentukan Forum Komunikasi Bupati se Madura sebagai upaya untuk membangun komitmen bersama dalam rangka membangun Madura. Sebab, 4 Kabupaten di Madura ini memiliki nasib yang sama, seperti tentang Indek Pembangunan Manusia (IPM) yang nilainya sangat rendah, dan pembangunan ekonomi yang indeknya berkisar di angka 5.

Karena itu, untuk memajukan 4 Kabupaten di Madura perlu dilakukan pertemuan dan komunikasi yang intensif 4 Bupati di Madura, guna membahas program daerah dalam rangka memajukan Madura.

”Tidak ada kata lain untuk memajukan Madura, 4 Bupati di Madura harus bertemu untuk berbicara tentang Madura kedepan lebih maju, sehingga setiap 3 bulan sekali mengadakan pertemuan yang rencananya pada 28 Juli 2011 di Kabupaten Pamekasan.

Pada pertemuan kedua itu, rencananya membahas masalah tata ruang se Madura, bagaimana tata ruang itu disinkronkan diantara 4 Kabupaten, yang menyesuaikan dengan potensi masing-masing Kabupaten,”tegasnya.

Bupati menyatakan, pembentukan Forum Komunikasi Bupati se Madura bukan akibat dugaan lambannya kinerja Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) setelah pembangunan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu), mengingat pihaknya pada dasarnya mendukung program BPWS dan mensinkronkan konsep pembangunan 4 Kabupaten dengan BPWS.

Harapan singkroniasi konsep antara kabupaten dimadura dengan BPWS untuk pemerataan pembangunan, sehingga tidak ada rebutan kue pembangunan pemerintah pusat oleh masing-masing Kabupaten di Madura.

”Setalah 4 kabupaten menyusun konsep pembangunan di madura, pada pertemuan selanjutnya kami berencana mengundang BPWS dan Bakorwil Madura untuk mensinkronkan konsep pembangunan di Madura. Itu dilakukan, demi mencegah adanya rebutan kue proyek pembangunan dari pusat, misalnya pusat mengucurkan dana untuk Kabupaten A, namun ternyata direbut Kabupaten lain, sehingga menghambat pembangunan Kabupaten yang lain, dan Madura pada umumnya,”ungkapnya.

Ditempat yang sama, Bupati Sampang Drs. H. Noer Tjahja mengungkapkan, pihaknya menyambut baik dengan pembentukan Forum Komunikasi Bupati se Madura dalam rangka membangun Madura. Hanya saja, untuk pertemuan selanjutnya harus melibatkan pihak BPWS yang tugas dan fungsinya sebagai Badan Pengembangan Madura termasuk juga melibatkan Bakorwil.

Karena ini pertemuan awal Bupati se Madura, tidak melibatkan BPWS dan Bakorwil, tapi untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya, tentu saja perlu melibatkan mereka, karena BPWS yang menangani pengembangan Madura setalah beroperasinya Jembatan Surabaya- Madura,”imbuhnya.

Sementara itu, pembentukan Forum Komunikasi Bupati se Madura dihadiri oleh Bupati Sumenep, Bupati Pamekasan dan Bupati Sampang, sedangkan Bupati Bangkalan berhalangan hadir, karena ada acara diluar kota. Namun Bupati Bangkalan berniat untuk datang Ke Sumenep pada hari Sabtu besok untuk menindak lanjuti pembentukan Forum Komunikasi Bupati se Madura tersebut.

Bahkan, dalam pembentukan Forum tersebut juga dihadiri oleh masing-masing Sekretaris Daerah dari 4 Kabupaten di Madura.

Sumber: sumenep.go.id

UN SDLB hanya 2 orang

Liputan-Madura. Pelaksanaan Ujian Nasional di Sekolah Dasar Luar Biasa Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, hanya diikuti dua siswa. Untuk jumlah keseluruhannya dari kelas satu hingga kelas lima ada 48 siswa.

"Keduanya Rendy kelas A Tuna netra dan Abdul Jamal kelas B tuna rungu," kata Kepala SDLB, M. Zainal Arifin, Rabu (11/5). Kata dia, sebenarnya siswa kelas enam ada tiga orang. Tapi, seorang siswa yakni kelas C tidak ikut UN karena sudah ikut ujian sekolah. Siswa itu tuna grahita.

"Walaupun hanya ada dua siswa yang ikut UN tahun ini, kami tetap melaksanakan sesuai dengan aturan, baik dari pengambilan soal dan penjagaan atau pendampingan terhadap siswa," ungkapnya.

Sebab, sambung Zainal, siswa SDLB butuh pendampingan dalam mengerjakan soal. Meski begitu, pelaksanaan UN di SDLB ada dua ruangan yakni A dan B. Untuk kelas A khusus siswa tuna netra dan kelas B siswa tuna rungu.

"Kami berharap kedua siswa tersebut lulus dengan mendapatkan nilai yang bagus, sehingga tidak sia-sia ikut pelaksanaan UN kali ini," ucap Zainal Arifin.

UN tingkat SD dan yang sederajat di Kabupaten Bangkalan, Madura kali ini diikuti sebanyak 19.986 siswa dari 762 lembaga penyelenggara yang ada di wilayah tersebut. Sementara di Pamekasan siswa SDLB yang mengikuti pelaksanaan ujian juga dua orang, masing-masing Jefriyanto (tuna rungu) dan Karimah (tuna grahita).

Jumlah peserta UN tingkat SD dan yang sederajat di wilayah ini sebanyak 17.384 orang siswa dari 746 lembaga penyelenggara.(Ant/RAS).


sumber:Metrotvnews.com

Sabtu, 07 Mei 2011

Pembangunan Pelabuhan Internasional di Socah, Bangkalan

Liputan-Madura. Jika sebelumnya informasi tentang kehadiran investor dari cina yang akan membangun Madura Industrail Seapor City. Mari Kita lihat seperi apa sebenarnya tampilan proyek MISI yang dikelola oleh PT. Lamicitra Nusantara. Tbk.

 Tampilan Madura Seaport City di Socah Bangkalan
Peta Wilayah Madura Seaport City di Socah Bangkalan

China Bangun Pelabuhan di Bangkalan

Liputan-Madura. Setelah pembangunan jembatan Suramadu tuntas, kini akan dibangun pelabuhan peti kemas internasional di Desa Pernajuh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Saat ini, megaproyek yang dipegang oleh China Harbour Engineering Company (CHEC) tersebut masih menunggu detail engineering design (DED). M. Yasin Marselly, kontraktor pengurukan lahan, menuturkan, semakin padatnya arus lalu lintas Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Tanjung Perak, Surabaya, mendasari tujuan pembangunan. "Pelabuhan di Bangkalan ini mendesak," katanya, Rabu (4/5/2011).

Yasin menjelaskan, tahapan pembangunan pelabuhan itu telah memasuki pengurukan lahan seluas 100 hektar di atas pantai untuk pembangunan proyek bernama Pelabuhan Madura International Seaport-City (MIS-C) tersebut.

Selain itu, areal bersandarnya kapal-kapal sepanjang 250 meter menjorok ke laut juga sudah diuruk. "Kami saat ini masih menunggu DED yang dalam waktu dekat ini sudah rampung. Setelah itu dilanjutkan dengan survey and investigation design," ujar Yasin.

Perencanaan selanjutnya, tambah Yasin, pihak CHEC kini tengah membuat rancangan nota kesepahaman (MOU) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait masa kontrak pihak investor dengan Pemerintah Indonesia.

sumber: Media Indonesia