Tampilkan postingan dengan label Info Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Wisata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 November 2011

Pantai Camplong Sampang Madura

Pantai Camplong, Sampang. Pantai wisata terbesar kedua setelah pantai Lombang, Sumenep. Daya tarik pantai ini adalah pada hamparan pasir putihnya yang panjang dan luas. Ada juga arena bermain untuk keluarga. Di sisi timur pantai ini juga tersedia cottege untuk para wisatawan yang ingin bermalam atau sekedar melepas lelah.

Untuk Lokasi Pantai Camplong terletak tepat di pinggir jalan Sampang - Pamekasan. Jika anda dari arah Surabaya (Sampang ke Pamekasan), pantai ini terletak di sebelah kanan, sekitar 30 menit perjalanan mobil dari pusat kota Sampang.



.

Jumat, 04 November 2011

Tradisi Upacara Pengantin Ngekak Sangger di Legung Kabupaten Sumenep


Upacara adat pengantin di pedesaan Legung ini dikenal dengan nama sebutan Ngekak Sangger sampai sekarang tradisi ini masih disukai dan dilaksanakan oleh masyarakat Desa Legung kecamatan Batang-batang Kabupaten Sumenep dalam setiap hajatan perkawinan. Proses awal perkawinan dimulai dengan tahapan mencari jodoh dan tahapan iini dibagi menjadi dua bagian yang dikenal dengan sebutan :

A. Ngen-angenan atau Khabar

Dimana orang tua berusaha untuk mencari calon isteri untuk anaknya yang sudah dewasa (baligh ) dan berkeinginan mencari pasangan hidup dengan meminta bantuan kepada seseorang yang disebut dengan Pangadek.

B. Arabas Pagar

Peran pangadek mencari keterangan calon penganten yang diincarnya melalui tetangga atau kerabat dekat gadis ( calon ) untuk memperoleh keterangan atai informsi, apakah sang gadis sudah mempunyai tunangan atau pacar ( bahasa trend masa kini ) atau masih sendiri, setelah melalui proses awal yang begitu panjang maka dimulailah proses lanjutan yang disebut masa bertunangan alias Abakalan.

C. Nyabak Jajan atau Lamaran

Calon mempelai laki-laki mengirimkan seperangkat alat-alat keperluan wanita yang dibawa oleh rombongan secara beriringan seperti kain, seperangkat perhiasan emas ( bagi yang mampu ) , bedak serta segala macam kue- kue dan makanan khas daerahnya dan proses ini disebut dengan BHAN - GHIBAN, setelah menerima pemberian ini maka pihak wanita segera membalas dengan memberi seperangkat keperluan calon laki ¡V laki dengan berbagai macam masakan atau makanan serta ikan yang dibawa oleh kerabat atau saudara dekat ( famili ) proses ini disebut BALESSAN dari pihak wanita ( gadis ) kepada calon laki ¡V laki , atau juga disebut dengan istilah TONGEBBHAN. Sesudah berlangsungnya proses tersebut diatas, maka sejak saat itu sang gadis atau paraban sudah menjadi bakal  atau tunangan calon laki-laki.

RANGKAIAN UPACARA PERKAWINAN
Pakaian Pengantin
Dalam Tradisi Adat Madura
Menjelang hari-hari perkawinan dimana sang kedua mempelai mengadakan persiapan-persiapan diantaranya memperindah bentuk gigi, peristiwa ini disebut dengan mamapar atau meratakan gigi , menurut anggapan orang di pedesaan, bahwa gigi yang indah adalah gigi yang rata tanpa ada tonjolan , setelah itu ada acara pingitan untuk calon pengantin wanita dimana si calon pengantin wanita itu dipingit dengan orang tua supaya tidak keluar pekarangan rumah bahkan takut terkena sarapat alias e rok-torok yaitu kerasukan roh halus. Selanjutnya sampailah pada hari yang sudah ditetapkan, yaitu pelaksanaan acara yang sangat sakral yaitu ditetapkannya acara Ijab Kabul ( akad nikah ) untuk mengikuti sunnah Rasul yang bertempat di rumah mempelai perempuan. Sehari menjelang dilaksanakannya upacara perkawinan adat dengan bertempat di rumah penganten wanita yang dituakan dan ia berpakaian serba tertutup membawa kendi berisi air serta lampu minyak yang dikenal dengan sebutan Demar Kambheng . Di sepanjang perjalanan menuju rumah mempelai wanita membisu dan tidak boleh membalas teguran sapa orang. Sementara itu, kendi berisi air ditangannya harus dituangkan sedikit demi sedikit sepanjang perjalanan, kemudian Demar Kambheng diletakkan di kamar mempelai wanita, hal ini dimaksud sebagai pembuka jalan demi keselamatan bagi kedua
mempelai dalam melaksanakan upacara perkawinan.


Sumber: Info Wisata

Sabtu, 22 Oktober 2011

Tips Menonton Karapan Sapi Piala Presiden 2011

Salah satu peserta Karapan Sapi Piala Presiden
Setelah beberapa kali menjadi Penonton Acara Karapan Sapi Piala Presiden, kami akan sampaikan beberapa tips yang dapat memudahkan anda dalam menikmati acara karapan Sapi Piala Presiden di pamekasan nanti tanggal 23 Oktober 2011. Berikut tipsnya

  1. Kalau anda berasal dari daerah yang jauh, silahkan cari penginapan/home stay jauh-jauh hari karena biasanya penginapan sudah penuh, anda bisa cek penginapan yang masih ksosong. Lebih bagus jika anda sudah punya teman/kenalan di dekat Lokasi Stadion R. Sunarto.
  2. Saat menuju Stadion R. Sunarto jangan membawa banyak barang bawaan, karena lokasi berada di lapangan terbuka dan biasanya penuh dengan penonton.
  3. Bawalah Air Mineral sebanyak-banyaknya karena lokasi terbuka dan terik matahari akan menjadi salah satu musuh utama.
  4. Bawalah payung atau alat untuk menahan teriknya matahari, walaupun panitia telah menyediakan tenda, namun biasanya kita tidak akan puas menonton dari jarak jauh. Dari pada berpanas-panas ria lebih baik membawa alat-alat tersebut.
  5. Berhati-hatilah, selalu jaga keamanan barang bawaan anda. Penonton yang membeludak sangat beresiko munculnya tindak kejahatan, segera hubungi pihak berwajib jika ada masalah.
  6. Jangan lupa membawa alat dokumentasi (Kamera, Handycamp dan sejenisnya) jangan sampai kehilangan moment.
Berikut Video Persiapan Lapangan Karapan Sapi Piala Presiden




Sekian tips menonton Karapan Sapi Piala Presiden 2011. Selamat menonton.

Sabtu, 07 Mei 2011

Wisata Sejarah: Museum Keraton Sumenep

"Jarang Sekali kita bisa melihat tempat tidur Puteri", ketakjuban yang di rasakan oleh bayu, wisatawan dari Gersik ini menikmati keindahan Keraton Sumenep, sambil senantiasa memperhatikan penjelasan pemandu yang telah di siapakan oleh pihak keraton. Musem dan Keraton yang terletak di pusat kota Sumenep tepatnya di sebelah timur Alun-alun Sumenep dan pas dibelakang Rumah Dinas Bupati tersebut setiap harinya penuh dengan pengunjung yang sengaja mendatangi area tersebut.
Foto perepmpuan Sumenep
Relief di museum sumenep
Tempat Tidur Putri Sumenep
Taman Sare: Tempat Mandi Putri Sumenep
Miniatur Perahu Suemenep
Piring berbentuk Ikan, dari Cina



Jumat, 06 Mei 2011

Daftar Hotel (penginapan) di Madura

Pasca Pembangunan Jembatan Suramadu terjadi peningkatan wisatawan yang hendak menikmati objek-objek Wisata di Madura, namun Sering sekali para wisatawan baik Domestik maupun Indernasional mengalami kesulitan menemukan penginapan (Hotel). Berikut Hotel di Madura yang dapat anda jadikan tempat menginap selama menikmati objek wisata di Madura.

A. BANGKALAN

NINGRAT HOTEL
Jln K H Moh Holil 113, Bangkalan 69115
tel. 031 3095388

PKPN MOTEL
Jln Panglima Sudirman 112 A, Phone. 031-3095109, 3098796

B. SAMPANG

BAHAGIA HOTEL
Jln Bahagia 16-A, Sampang 69211
tel. 0323 321409

RAHMAT HOTEL
Jln k H Agus Salim 31, Sampang 69216
tel. 0323 321302

SURABAYA BESTARI HOTEL
Jln Raya Camplong 157, Sampang 69281
tel. 0323 321568

C. PAMEKASAN

MADINAH HOTEL
Jln Dirgahayu 48-A, Pamekasan 69316
tel. 0324 329534

MADURA INDAH HOTEL
Jln Jokotole 4-C, Pamekasan 69313
tel. 0324 321258

NEW RAMAYANA HOTEL
Jln P Trunojoyo 88, Pamekasan 61318
tel. 0324 333237

PESANGGRAHAN HOTEL
Jln Merdeka, Ketapang Pamekasan 69261
tel. 0323 823810

PURI HOTEL & RESTORAN
Jln P Trunojoyo 107, Pamekasan 69313
tel. 0324 322872

RAMAYANA HOTEL

Jln Niaga 55-57, Pamekasan 69313
tel. 0324 324575

TRUNOJOYO HOTEL

Jln P Trunojoyo 48, Pamekasan 69311
tel. 0324 322181

C.SUMENEP

SAFARI HOTEL
Jln P Trunojoyo 90, Sumenep 69417
tel. 0328 662989

SUMEKAR HOTEL
Jln Dr Cipto Mangunkusumo 53, Sumenep 69417
tel. 0328 662502

UTAMI SUMEKAR HOTEL
Jln P Trunojoyo 51, Sumenep 69417
tel. 0328 672221

WIJAYA I HOTEL
Jln P Trunojoyo 45-47, Sumenep 69417
tel. 0328 662433

WIJAYA II HOTEL
Jln K H Wachid Hasyim, Sumenep 69416
tel. 0328 662532

Hotel C1
Jl. Sultan Abdurrahman
Sumenep Jawa Timur Indonesia
Telepon. : +62.328.674368
email : info@hotelc1.com


Rabu, 09 Maret 2011

Pemandian Sumber Otok Sampang Madura

Pemandian Sumber Otok merupakan salah satu objek Wisata alam Kabupaten pamekasan yang terletak di Desa Taddan , Kec Camplong , ditempuh kurang lebih 4 km dari Pusat kota Sampang melalui jalur arteri Nasional yaitu jalan Sampang-Pamekasan. di pemandian Sumber Otok, anda dapat menikmati wisata pemandian/kolam renang sumber mata air alami yang mengandung mineral alami dilengkapi tempat berteduh dan permainan anak-anak merupakan tawaran liburan keluarga yang menarik di akhir pekan.

Minggu, 20 Februari 2011

History & legend In Madura Island

Liputan-Madura. The Madurese people preserve a number of myths explaining their origins, among them the story of Raden (Prince) Segoro. It is told that in times long past the Javanese kingdom of Medang Kamulan was ruled by one Prabu Gilingwesi, whose daughter, Dewi Bendoro Gung, became pregnant as the gods had willed. The king, however, became angered and ordered one of his ministers, Patih Pragulang, to kill her. Obeying the command, Patih Pragulang sailed the princess out to sea on a raft, but at the last moment was unable to carry out the deed. Eventually the raft came to rest on the land which was to be called Madura, which is said to stem from the words 'Madu', meaning honey, and 'oro', open Country. Dewi Bendoro Gung later gave birth to a handsome boy who was to be called Raden Segoro.

At the age of three the child encountered two sea-serpents which, through the intervention of Empu Polleng ( Patih Pragulang disguised) changed their forms and became the pusaka (heirlooms) named Alugoro and Nenggolo.

On becoming an adult, Raden Segoro served the king of Medang Kamolan and on one occasion successfully repelled a Chinese invasion. Returning to Madura he asked his mother about the identity of his father.

Enraged by her son's question, Dewi Bendoro Gung turned his dwelling place into what is now the forest of Nepa and a haven for monkeys which according to local belief are descended from the soldiers of Raden Segoro. Nepa can be found in the district of Banyuates, 42 km north of Sampang.

Another legend recounts the story of Jokotole, son of the Putri (princess) Kuning, who was a grandchild of Pangeran Bukabu of Sumenep. Jokotole and his brother Jokowedi had been conceived by way of a dream encounter between Putri Kuning and their father Adipoday. While journeying to Majapahit to assist his stepfather named Empu Kelleng, Jokotole met with his uncle, Adirasa, who gave him the flying horse Si Mega and a whip, troth of which had been entrusted to him by Adipoday.

To this day the horse Si Mega continues to live as the Regional Emblem of Sumenep. The whip, too, is one of Madura's well known souvenirs, and the names Jokotole and Putri Kuning (Madurese "Pottre Koneng') can be found on the ferry boats which run between Surabaya and the Madurese port of Kamal.

Epigraphical evidence helps to reveal the role played by Madura in the general history of Indonesia, as well as the island's relationship with the ancient rulers of Java. For instance, it is known that during the period of Singosari (1222 - 1292 A.D.), the Regent of Sumenep, one Aria Wiraraja, ruled over the whole of Madura and, together with Raden Wijaya, helped to establish the Javanese kingdom of Majapahit after successfully repelling the punitive force sent to Java by the Chinese Emperor Kublai Khan in 1292 - 1293 A.D.

At the beginning of the Islamic period, the new religion was introduced into the Madurese court circle by a crown prince of the kingdom of Palakaran (Arosbaya, Bangkalan) named Pratanu, son of Prince Pragalbo.

A century later, during the golden period of Mataram under the leadership of Sultan Agung, a grandson of Pratanu named Raden Praseno was given authority over the whole of Madura, with the title Pangeran Cakraningrat I. His seat of power was at Sampang. He in turn was succeeded by his son Raden Undakan, who became Pangeran Cakraningrat II.

During this period the recently established Dutch East India Company (VOC) began to exploit Mataram's internal political strife, which resulted in the rebellion of Trunojoyo and the forced exile of Cakraningrat II to Lodaya. When the rebellion was finally put down, Cakraningrat II returned to rule over western Madura, with a new seat of power at Tonjung (Bangkalan).

Cakraningrat II was succeeded by his son Cakraningrat III, whose rule was ended abruptly by a rebellion incited by his younger brother R.T. Suroadiningrat, who became Cakraningrat IV.
However, because he opposed the Dutch East India Company he was forced into exile in Tanjung Harapan and his son, R.A. Secoadiningrat (Cakraningrat V) took power. The seat of government was moved again at this time to Sembilangan. Cakraningrat V was succeeded by his grandson, Panembahan Adipati Cakraningrat VI, who in turn was succeeded by his uncle, Adipati Cakraningrat VII. Since the time of the setting up of a capital at Arosbaya in 1528, the religion of Islam spread eastward across the island and had a profound effect upon Madurese social and political life.

From that time until today the main historical events can be noted down as follows:
- 1624 The forces of Mataram under Sultan Agung occupied Madura.
- 1672 Trunojoyo rebelled and succeeded in ousting Sultan Agung's forces
- 1680 With the help of the Dutch East India Company, Mataram succeed re-occupying the eastern part of Madura, with seats of Government at Sumenep and Pamekasan. This part of the island, however, was eventually ceded to Dutch (VOC). Western Madura (Bangkalan, Sampang) was restored to the descendants of Prince Cakraningrat.
- For a further two and a half centuries the Dutch colonial administration i creased its hold on Madura This bitter situation turned even worse under forced labour introduced by the Japanese, who occupied Indonesia in 19 until the declaration of Independence in 1945.


liputanmadura: preach the island of Madura online

Sabtu, 19 Februari 2011

the island of Madura, the island of beautiful exotic Tourism

Liputan-Madura. Your search for Island Tours, which is beautiful and full of cultural diversity? Indonesia is the place, tourism, Indonesia has always been famous for its beautiful island of Bali tourism, but it is not only rich in beauty of Bali tourism, there are many other islands such as Bali Island, one of which is the island of Madura. Madura Island is one of the Island Tour which you can not leave.



Madura Island you will encounter:
1. Beach Salopeng
2. Beach Lombang
3. Beach Jumiang
4. Bull Race
5. Sono Cow '
6. Ul-daul (Parade of Traditional Music)
7. and much more

Visit the island of Madura, the island of beautiful exotic Tourism.



preach the island of Madura online

Pantai Jumiang (Jumiang Beach) Pamekasan-Madura

Liputan-Madura. this time, we bring you familiar attractions on the island of Madura, to complement your holiday destination in Indonesia. With its typical landscape, waves dashing against the cliffs add to the beauty of the scene especially at morning. It’s located in Pademawu district, about 12 km south east of Pamekasan. This beach has a beautiful beach with sand and else where it has a high coral cliff on which shady trees grow. It is a nice place to rest and enjoy the scenery. This beach also closes to fisherman village and also as fishing area, because the waves not too big and the wind blows continually. Preach the island of Madura online

Karapan Sapi Madura (Bull Race )

Liputan-Madura. this time, we bring you familiar attractions on the island ofMadura , to complement your holiday destination in Indonesia. Madura is rich with its art and culture. Bull race is a reliable tourism, which brings many foreign and domestic tourists. It’s held in September until the beginning of November, finally at Madura Governor assistant level fighting for President Cup. Also it’s interspersed with cow race “Sonok”, which is preceded by Pecot Dance.







Liputan Madura: preach the island of Madura online


Rabu, 16 Februari 2011

Wisata Api Tak Kunjung Padam (Pamekasan)

Liputan-Madura. Pamekasan memiliki objek wisata yang banyak untuk mengisi waktu liburan anda, salah satunya adalah "Api tak kunjung Padam" sebuah objek wisata yang unik menampilkan keajabian alam berupa semburan Gas Bumi yang berasal dari perut bumi. Merupakan bukti kekayaan alam madura, yang diberikan Tuhan pada masyarakat Madura. Selain anda dapat menikmati keindahan Api Abadi, anda dapat juga memperoleh cinderamata yang dijual disana, mulai dari batik, odeng, sampai aneka camilan khas madura. Inilah keunikan Objek Wisata Api Tak Kunjung Padam yang terletak ± 7 Km arah selatandari Kota Pamekasan, tepatnya di Dusun Dangkah Desa Larangan Tokol Kecamatan Tlanakan Pamekasan












Anda tertarik dengan oleh-oleh khas madura, hanya gherus oleh-oleh madura tempatnya

Wisata Religi : Ziarah ke Asta Sayyid Yusuf (Pulau Talango-Sumenep)

Liputan-Madura. Asta ini terletak di Kecamatan Talango suatu kepulauan + 11 km ke arah timur dari kota Sumenep dan menyeberang dari Kecamatan Kalianget + 10 menit. Sayyid Yusuf adalah seorang ulama yang berasal dari Arab yang ke tika itu secara gaib jenazahnya terapung diliputi sinar melintas di depan perahu Sultan Abdurrahman yang akan melakukan perjalanan ke pulau Bali. Kemudian diharibaanya jatuh daun sokon/sukun yang bertuliskan dengan jelas nama jenazah tersebut yaitu Sayyid Yusuf dari Mekkah. Sultan Abdurrahman berniat menguburkan janazah tersebut secara wajar dari pulau Bali.

Asta ini banyak dikunjungi peziarah dari Jawa Timur dan Jawa Barat, kerena konon permohonan/doa mereka ditempat ini banyak dikabulkan oleh Allah SWT. Di sebelah utara Asta Sayyid Yusuf terdapat pohon Nangger yang sangat besar seperti memayungi kuburan tersebut. Pohon Nangger ini berasal dari tongkat Sultan Abdurrahman yang ditancapkan setelah menguburkan jenazah Sayyid Yusuf.

Eksotisme Air Terjun Bung Liyas (Kadur-Pamekasan-Madura)

Liputan-Madura. Siapa sangka Madura punya Air Terjun, sebuah air terjun yang eksotis, dengan kondisi yang masih alami, perjalanan menuju Air Terjun yang berlokasi di Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan ini tidak bisa di lalui dengan mudah, perjalanan dari Kota Pamekasan akan menempuh medan berbukit dan di penuhi jalan penuh tanjakan. Setelah itu medan perjalanan akan di lanjutkan dengan berjalan kaki, karena Air Terjun bernama Bung Liyas ini tidak memiliki akses jalan yang memadai.

Tim Liputan-Madura, sedang memandangi keindahan Air Terjuan Bung Liyas

Selasa, 15 Februari 2011

Keindahan Pantai Lombang di dunia Maya

Liputan-Madura. Pantai Lombang terletak di Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep. Pantai Lombang terkenal dengan hamparan pasir putihnya dan keunikan Pohon Cemara Udang yang tiada tandingannya. Bahkan konon Pantai Lombang lebih indah dari pantai Kuta di Bali. Berikut adalah foto-foto keindahan pantai Lombang yang tersebar di dunia maya. Semua foto merupakan url picture dari blog/web, sehingga jika foto di hapus maka otomatis hilang. Silahkan dinikmati.




Wisata Religi Ke Asta Tinggi Sumenep (Makam Para Raja)

Liputan-Madura.Asta Tinggi tak ubahnya Piramida di Mesir, sebuah tempat peristirahtan terakhir bagi para Raja/Sultan  Keraton Sumenep, tempat yang penuh dengan nuansa mistik. namun bagi mereka yang menyukai wisata Religi, Asta Tinggi merupakan salah satu tujuan wisata religi yang utama, menikmati keindahan kota sumenep dari atas ketinggian serta mendekatkan diri pada para pendiri keraton serta penyebar agama Islam di Sumenep menjadikan wisata anda sangat bernilai.

Keindahan Pantai Salopeng di Dunia Maya

Liputan-Madura. Pantai Salopeng (salopeng beach) terletak di desa Semaan, Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep. Pantai ini terkenal dengan keindagan pantai dan bukit pasirnya, pantai yang eksotis ini juga tidak lepas dari bidikan kamera mulai kamera Hp sampai kamera profesional.berikut tampilan pantai salopeng yang kami peroleh dari mbah google, kami minta maaf kepada para pemilik foto karena tidak ijin terlebih dulu, namun tidak ada niatan profit dari kami sehingga foto yang kami tampilkan hanya url picture, jadi kalau foto tersebut dihapus dari web asal maka foto tersebut akan ikut hilang. Selamat menikmati.


sumber: http://infodejava.blogspot.com

sumber : niaphia.blogspot.com
 sumber: beautyforest.blogspot.com

sumber : freetimeindonesia.blogspot.com

 sumber: www.lulusandika.com/


 sumber: www.lulusandika.com
  sumber: www.lulusandika.com

sumber: www.lulusandika.com


*Kepada pemilik foto yang merasa keberatan fotonya di publikasikan silahkan kirim email- ke kami di liputanmadura@gmail.com

Sabtu, 05 Februari 2011

Berwisata di Pantai Slopeng


Pulau Madura boleh kalah terkenal dengan Pulau Bali, bahkan Pulau Madura kalah terkenal dengan Sang Fenomenal "Jembatan Surmadu", tapi jangan salah Pulau Madura menyimpan "Harta Karun" bagi para pecinta Jalan-jalan Murah. Salah satunya adalah Pantai Slopeng, sebuah Pantai yang terletak Kecamatan Dasuk berbatasan Langsung dengan Kecamatan Ambunten. Dan sebelah barat laut kota Sumenep, kira-kira berjarak 20 km dari kota Sumenep.

Kelebihan pantai Slopeng dibandingkan pantai-pantai lain di Jawa Timur adalah pantai Slopeng memiliki gunung pasir yang membatasi antara kawasan pantai dengan jalan raya. Gunung pasir ini tingginya sekitar 15 meter, dan banyak ditumbuhi oleh pohon-pohon kecil yang semakin memperindanh pemandangan.

Gunung pasir ini menjadi hiburan tersendiri bagi para wisatawan. Kita bisa dengan bebas berselancar di atas pasir putih yang sangat halus. Kita tak perlu khawatir akan terluka karena gunung pasir di pantai Slopeng ini mempunyai pasir yang sangat lembut.

Kelebihan lain dari pantai Slopeng adalah pantai ini mempunyai garis pantai yang sangat panjang. Sehingga yang kita lihat adalah garis pantai yang dipenuhi pepohonan kelapa dan siwalan melengkung hingga jauh. Kita akan merasa berada dalam pantai yang sangat luas dan tak berujung.

Sepanjang pinggir pantai Slopeng memang ditumbuhi oleh pepohonan Siwalan, yaitu pohon sejenis kelapa yang tumbuh subur di kawasan timur madura khususnya di kabupaten Sumenep. Itulah yang menjadi ciri dari umumnya pantai di kabupaten Sumenep.

Selain itu, kita juga merasa sangat nyaman karena pantai Slopeng adalah pantai yang sangat sepi. Jika hari libur, pengunjung di pantai Slopeng tidak lebih dari 50 pengunjung. Hal ini terjadi karena pantai ini tidak dipromosikan dengan baik. Akan tetapi, pantai yang sepi malah menjadi nilai tambah dari pantai Slopeng ini. Kita akan merasa damai menikmati pemandangan sepanjang pantai dan menikmati debur ombak yang sangat tenang.

Cara untuk menuju pantai Slopeng sangatlah mudah, bisa di tempuh melalui Jalur Utama, maupun Jalur Utara.

  • Untuk Jalur utama

  1. Rute Pertama dari Surabaya (Lewat Jembatan Suramadu). Dari Tol Suramadu Kearah Kanan dan Lurus Ikuti Petunjuk Sampai Kota Sumenep. Dari arah kota Sumenep, kita harus menuju arah utara. di sana akan kita jumpai tugu Ayam, yaitu pada pertigaan terakhir kota Sumenep. Di pertigaan itu, kita memilih arah utara (jalan ke kiri dari arah kota). Terus lurus sekitar 20 km kita akan sampai di pantai Slopeng. Jangan takut tersesat karena sangat banyak penunjuk arah yang tersebar di wilayah itu.
  2. Rute Kedua dari Surabaya (Lewat Pelabuhan Perak). Setelah turun dari kapal penyebrangan lurus sampai kota Bangkalan, pada Perempatan Pertama (ada pos polisinya, perempatan didepan STKIP Bangkalan) belok kanan, dan setelah itu lurus sampai ada perempatan lagi, dan belok kanan, lurus sampai Kota Sumenep. Dari arah kota Sumenep, kita harus menuju arah utara. di sana akan kita jumpai tugu Ayam, yaitu pada pertigaan terakhir kota Sumenep. Di pertigaan itu, kita memilih arah utara (jalan ke kiri dari arah kota). Terus lurus sekitar 20 km kita akan sampai di pantai Slopeng. Jangan takut tersesat karena sangat banyak penunjuk arah yang tersebar di wilayah itu.
  • Untuk Jalur Utara
  1. Rute Pertama dari Surabaya (Lewat Jembatan Suramadu). Dari Tol Suramadu Kearah Kiri ikuti jalan sampai kota Bangkalan, setelah RSU Bangkalan belok kanan (Pertigaan di antara Rumah dinas Kapolres Bangkalan dan KUPD Bangkalan). seteleh itu lurus dan akan sampai pada pertigaan dan belok kanan, lurus terus sampai ke Pantai Slopeng.
  2. Rute Kedua dari Surabaya (Lewat Pelabuhan Perak). setelah turun dari kapal penyebrangan, lurus sampai kota (lewati alun-alun Bangkalan) lurus terus sampai ke Pantai Slopeng.
Catatan untuk Jalur Utara anda akan di hadiahi pemandangan laut sepanjang perjalanan, namun jalur ini jalannya kurang baik, tidak ada penginapan, tapi POM tersedia baik.

Selamat Traveling. Jangan lupa Abadikan moment anda bersama Pantai Slopeng.

Jika tertarik dengan produk oleh-oleh khas Madura silahkan ke "gherus toko oleh-oleh khas madura"