Senin, 11 Juli 2011

H.Muchaji Juragan Besi Tua dari Madura

Memulai bisnisnya pada 1980, Muchaji kini menjelma menjadi juragan besi tua terbesar di Tanah Air. Rahasianya?

Meski yang digelutinya adalah bisnis besi tua alias rongsokan, H. Muchaji tak selalu berada di sekitar tumpukan besi tua yang karatan dan berbau oli. Kantornya pun tidaklah pengap dan amburadul. Kantor pengusaha asal Madura ini, di Jl. Logistik, Jakarta, begitu nyaman, tertata rapi dan wah. Keramik-keramik Cina berukuran besar nongkrong manis di ruangan kantor itu. Di ruang tamu, terdapat gebyog berukir asal Jepara yang panjang dan indah. Di ruang kerja, semua perangkat mebelnya buatan Jepara dengan ukiran yang indah pula. Di belakang meja kerjanya, juga terdapat gebyog berukir yang tak kalah indah. Seluruh isi ruangan yang serba berukir dan tertata rapi itu seakan-akan memberi isyarat bahwa yang punya memang berselera tinggi.

Muchaji mulai menapaki Kota Jakarta pada 1976. Orang tua dan keluarganya adalah pebisnis barang antik di Surabaya. Terbawa arus kawan-kawannya, ia malah berbisnis besi tua. Mulanya, cuma membantu usaha teman-temannya sebagai penyuplai besi tua atau sekadar menjadi penghubung alias broker. Lama-kelamaan, karena usaha ini memberikan keuntungan lumayan, ia keterusan. Ia tak betah lagi sekadar menjadi penyuplai. Apalagi, setelah ia mengetahui liku-liku bisnis ini dan memiliki jaringan. Akhirnya, pada 1980 Muchaji memberanikan diri terjun langsung ke bisnis ini, ia mendirikan CV Victory. "Rasanya peruntungan saya memang di sini. Jadi, saya terjun sekalian. Telanjur basah,? tutur Muchaji.

Tidak ada komentar: